Page 68 - Cerpen Surabaya Bukan Kenangan
P. 68

lebih  sayang  kamu,  semoga  kamu  ditempatkan  disisi
           terbaik-Nya. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.” Dindapun menutup

           kembali kain jarit tersebut dan duduk dipojokkan rumah Elsa
           sambil  mengomat-ngamitkan  mulutnya  untuk  mendo’akan

           sahabatnya itu.

                  “Selamat  jalan  sahabat,  kamu  selalu  ada  di  dalam
           hati. Semoga kita bertemu kelak disurga, do’akan aku dari

           tempatmu  ya  mbro  semoga  aku  dapat  melalui  ini  dan
           mampu menata hidup lebih baik.” Pesan Dinda dalam hati.

                  Disinilah  titik  balik  seorang  Dinda  Hardinata,  ia
           berjanji kepada sahabatnya untuk lebih kuat dan semangat

           dalam menjalani kehidupan. Karena setiap orang pasti akan

           merasakan  yang  namanya  kehilangan  dan  menerima
           kebagiaan.















                                                                              64
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73