Page 308 - 95213-undang--undang-nomor-7-tahun-2017-tentang-pemilu
P. 308

PRES IDEN
                                                  REPUBLIK INDONESIA



                                                          -266-



                               (4) Pelanggaran atas kewajiban  dan larangan yang bersifat
                                     tindak pidana dan/atau perdata yang dilakukan oleh
                                     pemantau Pemilu, pemantau Pemilu yang bersangkutan
                                     dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan  peraturan
                                     perundang-undangan.


                                                               Pasal 445

                               Menteri yang menyelenggarakan urusan di bidang hukum dan
                               hak asasi manusia menindaklanjuti  penetapan pencabutan status
                               dan hak pemantau asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444
                               ayat (3) setelah berkoordinasi  dengan Menteri Luar Negeri sesuai
                               dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.




                                                            Bagran  Kedelapan
                                                       Pelaksanaan Pemantauan


                                                               Pasal 446

                                Sebelum melaksanalan pemantauan,  pemantau  Pemilu melapor
                                kepada Bawaslu, Bawaslu Provinsi, atau  Bawaslu
                                Kabupaten/Kota.



                                                               Pasal447

                               Ketentuan mengenai  petunjuk teknis pelaksanaan  pemantauan
                               diatur dalam peraturan Bawaslu.



                                                                 BAB XVII

                                                      PARTISIPASI MASYARAKAT


                                                               Pasal 448
                                (1) Pemilu diselenggarakan  dengan partisipasi masyarakat.
                                l2l   Partisipasi masyarakat  sebagaimana  dimaksud  pada ayat  (1)
                                     dapat dilakukan  dalam bentuk:

                                     a. sosialisasi  Pemilu;
                                     b. pendidikan politik bagi Pemilih;


                                                                                                c. survel  .
   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313