Page 136 - 16Feb18-BG Kristen kelas IX.indd
P. 136
Bagiku, menjadi seperti Kristus atau mengikut Kristus berarti menciptakan
dampak yang positif, membangun, dan penuh dengan pemahaman tentang dunia.
Dari apa yang dikatakan oleh Hoeck jelas bahwa agama tidak seharusnya
membuat orang takut supaya ia taat kepada ajaran tersebut. Pemahaman yang
didasarkan pada rasa takut saja adalah pemahaman agama yang kekanak-kanakan.
Anak kecil belajar dengan rasa takut: takut jatuh, takut terbakar, takut terkena celaka,
dan lain-lain. Namun semakin dewasa ia akan belajar bagaimana menghindari dan
menjauhkan diri dari bahaya-bahaya tersebut, bukan karena rasa takut melainkan
karena rasa tanggung jawab.
Memahami hal ini, mestinya guru juga belajar bagaimana mengajarkan agama
tanpa mengeluarkan ancaman-ancaman kepada siswa. Guru ditantang untuk
mengajarkan hal-hal yang positif dari agama yang membuat siswa tertarik untuk
mengadopsi nilai-nilai agama.
Kegiatan 2
Dalam kegiatan ini siswa diminta untuk bertanya kepada beberapa orang temannya
di luar teman sekelasnya tentang apa arti gereja bagi mereka. Sudah tentu yang harus
mereka hubungi adalah teman-teman yang beragama Kristen. Seberapa pentingkah
gereja itu bagi mereka? Apa yang membuat mereka tertarik pada gereja? Bila
mereka tidak tertarik, apa sebabnya? Lalu mintalah mereka membahas pertanyaan-
pertanyaan itu dengan teman-teman mereka dan kemudian minta mereka membuat
kesimpulannya di dalam buku-buku catatan mereka atau di ruangan yang disediakan
di dalam buku pelajaran mereka.
C. Allah Memanggil Daud
Dalam Alkitab, kita banyak sekali menemukan orang muda yang berperan
penting dalam rencana-rencana Allah. Kita dapat mendaftarkan nama-nama orang
muda yang dipilih Allah untuk mewujudkan rencana-rencana-Nya, misalnya Yosua,
Gideon dan Ehud, dua hakim Israel, Daud, Daniel semuanya di Perjanjian Lama, dan
orang-orang seperti Timotius dan Onesimus di Perjanjian Baru.
Dalam 1 Samuel 16: 1–13 dikisahkan bagaimana Samuel diperintahkan Allah
memilih seseorang untuk menggantikan Saul, raja Israel. Samuel berangkat ke
Betlehem, dan mencari rumah Isai sesuai dengan perintah Allah. Di sana Samuel
meminta agar Isai mengumpulkan anak-anak Isai. Namun tidak satu pun dari mereka
yang dipilih Allah. Lalu Samuel bertanya,
11 …”Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: ”Masih tinggal yang bungsu,
tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai:
”Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia
datang ke mari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-
12
merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfi rman:
Kelas IX SMP
128

