Page 41 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 41

4.  Solidaritas   Rendah


                  Kemauan    yang  rendah  untuk  membiayai   pendidikan   itu
             tidak  hanya  diperlihatkan  oleh  aparat  pemerintah.  Masyarakat
             pun  memperlihatkan sikap yang sama.   Rendahnya   kemauan  mas-
             yarakat untuk membiayai   pendidikan —yang sekaligus juga   men-
             cerminkan  rendahnya   solidaritas  antarsesama — itu  terlihat jelas
             saat-saat penerimaan  murid  baru  di  berbagai  tingkatan  pendidik-
             an.  Saat  penerimaan  murid  baru  itu,  ada  dua  fenomena  yang
             secara  terlihat  secara  gamblang.  Pertama,  banyak  orang  kaya
             yang  turut  berebut  masuk  ke  sekolah  negeri,  dengan  pertim-
             bangan  biayanya  lebih  ringan  dibandingkan  dengan  bersekolah
             di  swasta.  Celakanya  juga,  secara  rata-rata  kualitas  sekolah-
             sekolah negeri memang lebih bagus bila dibanding sekolah-seko-
             lah  swasta  pada  umumnya.   Sekolah-sekolah  swasta  yang  ber-
             mutu  sangat  sedikit  dibanding  yang  tidak  bermutu.  Sehingga,
             selain  karena  biayanya  lebih  murah,  sekolah  di  sekolah  negeri
             juga  lebih  bergengsi.

                  Kedua, orang-orang  kaya  yang  mendaftar  ke sekolah-sekolah
             swasta  selalu  memperlihatkan  perilaku  yang  sama,  yaitu  pada
             waktu  negosiasi  soal  biaya  pendidikan,  mereka  akan  datang  ke
             sekolah  dengan   penampilan   sangat  sederhana   yang  menge-
             sankan  sebagai  orang  yang  tidak  punya  apa-apa  alias  miskin.
             Dalam mengisi   formulir  pun banyak yang dipalsu,  terutama me-
             nyangkut   pekerjaan,  pendapatan,  dan  harta  kepemilikannya.
             Semuanya   hanya  dengan   harapan  mendapat   keringanan  biaya
             masuk  maupun   SPP.  Namun   setelah  diterima,  mereka  memper-
             lihatkan  sikap  aslinya:  suka  pamer  kekayaan  dengan  berganti-
             ganti  mobil,  perhiasan,  memakai  pakaian  bermerk mahal-mahal,
             dan  bila anaknya berulang tahun dirayakan di hotel-hotel  berbin-
             tang  atau  jalan-jalan  ke  luar  negeri.  Sikap  semacam  itu  tidak
             hanya  ditampilkan  di  luar sekolah;  pada  waktu  ke sekolah  men-
             jemput  anaknya  pun  berperilaku  semacam  itu.  Perilaku  masya-
             rakat  demikian  jelas  memperlihatkan   perilaku  asosial,  tidak
             memiliki  solidaritas  sosial  bagi  sesama  yang  kurang  beruntung.
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46