Page 172 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 172

Daden Sukendar |  Aktifis Sosial dari Pesantren


























            di kementrian luarnegeri Amerika Serikat di Washongton DC

            berkesan dalam hidupnya. Sampai saat ini, Daden mengagumi
            sosok Kiai Abdul Aziz Masthuro, karena saat menjadi santri di
            Al-Masthuriyah tidak membayar apapun. Daden hanya diminta
            untuk memiliki rasa kepemilikan pada tempat yang dihuninya.
            Segala pembiayaan  hidup dan sekolah ditangguh penuh oleh
            sang kiai.


            Selama menjadi santri di Al-Masthuriyah, Daden menjadi santri
            acuan dalam pelajaran di Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK),
            setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Peringkat per-
            tama selalu milik Daden. Sambil mengepel atau menyapu, dia
            sempatkan untuk menghafal nazom dan kitab yang diajarkan di
            MAK. Kesederhanaan Kiai Abdul Aziz Masthuro membuat di-
            rinya dekat dengan semua santri. Para santri menganggap Kiai
            Abdul Aziz Masthuro sebagai pengayom yang penuh rasa kasih.

            Masa-masa puber saat di MAK membuat Daden menyukai sant-
            riwati. Karena masih berjiwa muda, Daden bertukar surat dengan



            | 158
   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177