Page 211 - sektorpublik
P. 211
penggunaan Ermessen atau yang biasa dikenal sebagai setara dengan
diskresi dalam RUU Administrasi Pemerintahan ke dalam aturan hukum.
Ermessen dalam UU Prosedur Negara Jerman berarti bahwa tindakan
administrasi negara dari awalnya tidak diatur secara jelas oleh aturan
hukum. Tujuan dari Ermessen adalah memberikan administrasi negara
keleluasan/kelonggaran tertentu untuk bertindak, demi melayani kepada
kepentingan individual publik.
Ermessen hanya ada, jika ada alternatif tindakan atau jika aturan
hukum yang digunakan di sisi Rechtsfolge (akibat hukum) mengizinkan
beberapa keputusan untuk turun.
Dalam UU Prosedur Administrasi Negara, Ermessen harus
dimanfaatkan, “Jika administrasi negara berkewenangan atau diberi
kewenangan buat melakukan Ermessen, maka administrasi itu negara
harus menggunakan Ermessen sesuai dengan maksud kewenangan yang
diberikan kepadanya dan sesuai dengan batas-batas hukum yang berlaku
bagi Ermessen tersebut”. Alasan keputusan berdasar Ermessen itu sendiri
hendaknya dapat diketahui secara terbuka tentang sudut pandang
administrasi negara dalam penggunaannya. Dengan demikian, tidak
memanfaatkan Ermessen seperti yang diperintahkan UU, membuat
tindakan Administrasi Negara bertentangan dengan hukum.
Secara khusus dalam UU Kepolisian Brandenburg disebutkan,
bahwa dalam memilih alternatif tindakan mestilah berpijak pada asas
proporsionalitas. Ini berarti polisi harus memilih tindakan yang paling
minimal menimbulkan kerugian bagi perorangan dan umum. Ini bisa
dipahami, Ermessen tidak muncul secara insidental. Freies Ermessen
sama sekali tidak dikenal dalam wilayah administrasi negara Jerman.
208

