Page 214 - sektorpublik
P. 214

Pengadilan  Tinggi  TUN  Negara  Bagian  Bavaria.  Ini  bermula  dari

                keputusan  Departemen  Kependudukan  Daerah  Bavaria  untuk  tidak

                memperpanjang izin tinggal seorang anak Turki berusia 14 tahun yang
                bernama Mehmet,  dimenangkan  oleh Pengadilan TUN kota Munich

                pada tanggal  2  Februari 2000  dan  diperkuat oleh fatwa  Pengadilan

                Tinggi  TUN  Propinsi  Bavaria  pada  tanggal  15  November  2001.
                Faktanya, anak Turki itu tercatat kerap melakukan perbuatan kriminal:

                menjelang usia 14 tahun, Mehmet sudah melakukan 60 kali kejahatan

                (pencurian,     penggangsiran,      perkelahian,     perampokan       dan
                pemerasan). Ia dianggap mengganggu kepentingan publik, demikian

                alasan  penolakan  perpanjangan  visa  tinggal.  Dalam  kasus  ini,  UU

                menyatakan,  “apat  tidak  diperpanjang  visa  tinggalnya”.  Salah  satu
                alasan  pengguguran  keputusan  Departemen  Kependudukan  dan

                kedua  Pengadilan  TUN  itu  oleh  Mahkamah  Federal  TUN  adalah

                Ermessensnichtgebrauch  (Ermessen  yang  tidak  dimanfaatkan  atau
                tidak menggunakan kewenangan berErmessen), sehingga melanggar

                asas  Verhaeltnismaessigkeit  (proporsionalitas).  Dalam  penggunaan

                Ermessen,  demikian  fatwa  Mahkamah  Federal  TUN,  harus
                diperbandingkan  antara  kepentingan  publik  dengan  kepentingan

                pribadi, misalnya, fakta lain bahwa anak itu belum dewasa. Ia perlu

                bimbingan  dan  perlindungan/pengayoman  kedua  orangtuanya  yang
                secara sah boleh bermukim di wilayah Jerman, terlebih hidup bersama

                keluarga merupakan penuntun bagi seorang anak yang berbudi pekerti

                kurang agar bisa dibimbing ke jalan yang benar.
                       Pada  contoh  nomor  2,  3  dan  4  di  atas,  administrasi  negara

                dinilai  tidak  menggunakan  sepenuhnya  kewenangan  Ermessen


                                                                                       211
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219