Page 212 - sektorpublik
P. 212
Semangat Ermesssen Jerman itu diadopsi oleh RUU Administrasi
Pemerintahan, menurut draf Oktober 2008, sebagai berikut, “Diskresi
adalah wewenang Badan atau Pejabat Pemerintahan yang
memungkinkan untuk melakukan pilihan dalam mengambil tindakan
hukum dan/atau tindakan faktual dalam administrasi pemerintahan” (Pasal
1 nomor 5).
Namun, pemanfaatan melakukan pilihan ini tidak dipertegas oleh
kewajiban menggunakan pilihan sebab RUU Administrasi Pemerintahan
draf Oktober 2008 menyatakan, “Pejabat Pemerintahan yang
menggunakan diskresi dalam mengambil keputusan wajib
mempertimbangkan tujuan diskresi, peraturan perundang-undangan yang
menjadi dasar diskresi, dan asas-asas umum pemerintahan yang baik”
(Pasal 6 ayat 1). Dapat dipahami, diskresi boleh digunakan dan boleh tidak
digunakan. Jika demikian, kapan Ermessen itu muncul bila UU berbunyi
dapat, boleh dan kadang-kadang hendaknya? Sejatinya Ermessen harus
berada di posisi Rechtsfolge (akibat huknm) dari satu Tatbestand (fakta
perbuatan). Merujuk pada UU Prosedur Administrasi Negara Jerman,
Ermessen juga bisa mencakup tindakan, apakah administrasi negara akan
bertindak; dan jika bertindak, bagaimana administrasi negara bertindak
Contoh penggunaan Ermessen ditunjukkan sebagai berikut.
1) Menurut Pasal 15 ayat 3 UU Tentang Demonstrasi
(Versammlunggesetz), demonstrasi yang tidak dilaporkan sebelumnya
(fakta perbuatan), dapat dibubarkan (akibat hukum). Dalam hal ini,
Polisi berhak tetapi tidak berkewajiban, untuk membubarkannya.
2) Administrasi Negara menurunkan keputusan pembongkaran
bangunan liar. Pasalnya, UU Tentang Bangunan mengatakan,
209

