Page 208 - sektorpublik
P. 208

karena itu, mematuhi peraturan-peraturan tersebut di atas, prinsip-prinsip

            ekonomis dan hemat serta asas keterbukaan aktivitas negara merupakan

            prioritas utama.
                    Dari  kasus  di  atas,  kuncinya  terletak  pada  kepentingan  umum.

            Publik  berkepentingan  untuk  mengetahui  data-data  tentang  perjanjian

            yang diteken. Hanya dengan cara inilah, maka dapatlah diperiksa, apakah
            prinsip-prinsip  ekonomis  dan  hemat  itu  diterapkan.  Hasilnya,  melalui

            kontrol publik, aktivitas administrasi negara bisa diperkokoh dan diperbaiki.

            Tidaklah  penting,  apakah  motif  pihak  penggugat  buat  mengakses
            dokumen itu berangkat hanya dari kepentingan pribadinya.

                    Dalam hal rahasia negara, umpamanya dalam kasus keengganan

            Badan Intel Negara Bagian Bavaria membiarkan pihak yang tersangkut
            mengakses  dokumentasi  administrasi  dengan  alasan  rahasia  negara,

            menurut  fatwa  Mahkamah  Konstitusi  Jerman,  apa  yang  dinamakan

            rahasia negara itu haruslah boleh dilihat o1eh pengadilan: “Dengan tetap
            menjaga rahasia, pengadilan dapat menguji, apakah persyaratan hukum

            buat penjagaan rahasia itu terpenuhi”.


            b) Perlindungan bagi Pegawai Negeri dan Tentara

                    Gugatan  seorang  serdadu  Jerman  yang  hendak  dipindahkan  ke

            daerah  operasi  lain  diterima  oleh  fatwa  Mahkamah  Federal
            Administrasi/TUN. Alasan pengguguran perintah atasan: komandan telah

            menggunakan  Ermessenfehler  (Ermessen  yang  keliru).  Ke  dalam

            penggunaan         Ermessen         harus      dimasukkan         unsur-unsur
            ordnungsgemaesse  Anhoerung  (dengar  pendapat  yang  tertib)  dan

            fehlerfreie Anhoerung (dengar  pendapat bersih kesalalian). Serdadu itu


                                                                                       205
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213