Page 209 - sektorpublik
P. 209

memang  dipanggil  oleh  sang  komandan.  Namun,  ia  hanya  diberitahu,

            bahwa  ia  akan  dipindahtugaskan.  Seharusnya,  menurut  Mahkamah

            Federal  Administrasi/TUN,  komandan  selaku  atasan  mesti  memberi
            kesempatan  kepada  bawahannya  untuk  menyatakan,  bahwa  ia

            mengetahui perintah atasan dan dalam tenggang waktu tertentu, kepada

            sang serdadu harus diberi kesempatan untuk memberikan tanggapannya
            (Dengar Pendapat Yang Tertib).

                    Sebagai perbandingan dengan kasus di Jerman itu adalah kasus

            yang  menyangkut  seorang  PNS  yang  merupakan  Atase  Pendidikan
            Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, Jerman  Tanggal 25

            Januari  2007,  kepada  Atase  tersebut  diperlihatkan  kawat  rahasia

            Kementrian Luar Negeri untuk KBRI di Berlin. Isinya adalah penarikan diri
            Atase tersebut dari posnya pada akhir Maret 2007. Pada tanggal itu juga,

            Departemen  Pendidikan  Nasional  menerima  surat  dari  Deplu  (Kemlu)

            tentang  penarikan  Atase  yang  bersangkutan,  paling  lambat  akhir  April
            2007. Alasan yang dikemukakan, menurut laporan Duta Besar RI untuk

            Jerman di Berlin, Atase Pendidikan tersebut dianggap mempunyai “kinerja

            yang marjinal” dan “melaksanakan tugas dan fungsi di luar jalur/sistem
            perwakilan”. Yang menarik dalam kasus ini, Depdiknas menolak penarikan

            dengan dasar temuan tim evaluasi bentukan Depdiknas pada tanggal 11-

            16 Maret 2007, yang menyebutkan bahwa kinerja Atase Pendidikan dinilai
            “sangat  baik”,  bahkan  setelah  menyurati  Menteri  Luar  Negeri,  pada

            tanggal 11 Mei 2007 Mendiknas memerintahkan agar Atase Pendidikan

            tetap bertugas. Namun, Dubes RI untuk Jerman di Berlin tak menggubris
            surat  penolakan  Mendiknas  tertanggal  27  Juli  2007,  padahal  menurut

            peraturannya, “Atase Pertahanan, Atase Teknis, dan Staf Teknis diangkat


                                                                                       206
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214