Page 301 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 301

Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)

                     Tiga hal yang diajukan sebagai tuntutan yang terkenal dengan
                nama TRITURA (Tri Tuntutan Rakyat), yaitu:

                     1. Pembubaran Partai Komunis Indonesia

                     2. Retooling Kabinet Dwikora
                     3. Penurunan harga-harga

                     Aksi-aksi tersebut demikian memuncaknya sehingga pada
                tanggal 11 Maret 1966 keluar Surat Perintah Presiden Soekarno yang
                kemudian terkenal dengan nama “SUPERSEMAR” (Surat Perintah
                Sebelas Maret) yang menugaskan kepada Jenderal TNI Soeharto
                untuk, mengembalikan keamanan dan ketertiban. Jenderal Soeharto
                segera mengambil langkah-langkah demi Keamanan Nasional
                berdasarkan garis yang adil dan benar daripada Tri Tuntutan Rakyat
                itu. Sebagai tindakan pertama pada tanggal 12 Maret 1966 PKI
                dinyatakan sebagai partai terlarang bersama dengan segenap
                organisasi-organisasi yang berafilasi dengan partai tersebut.
                     Dunia Pergerakan Wanita mengharapkan KOWANI mengambil
                prakarsa dan memberi bimbingan dalam keadaan tidak menentu itu.
                Sekalipun GERWANI telah dipecat dari keanggotaan KOWANI
                dalam Majelis Permusyawaratan tanggal 29 Oktober 1965, akan
                tetapi selama Dr. Ny. Hurustiati Soebandrio masih menjabat Ketua
                Koordinator KOWANI sulit diharapkan perubahan-perubahan yang
                cepat dalam tubuh KOWANI. Bahkan KOWANI masih memperingati
                Hari Wanita Internasional tanggal 8 Maret 1966. Baru setelah
                keluarnya “SUPER SEMAR” dan dilakukan penahanan terhadap
                sejumlah Menteri-Menteri Kabinet Dwikora, antara lain juga Dr.
                Soebandrio, maka dr. Ny. Hurustiati Soebandrio tidak dapat aktif
                lagi. Untuk mengisi kekosongan jabatan Ketua KOWANI kepada Ny.
                Mahmudah Mawardi dipercayakan untuk menjabat sebagai Ketua
                Periodik pada tanggal 14 Maret 1966. Kebijaksanaan tersebut
                disahkan dalam Majelis Permusyawaratan KOWANI tanggal 15 April



                                             269
                                             269
   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306