Page 302 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 302

Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
                                       Perempuan  dalam  Gerakan Kebangsaan
               1966. Pada sidangnya itu Majelis juga memutuskan untuk selekasnya
               mengadakan Kongres Luar Biasa dengan maksud mengadakan
               konsolidasi ke dalam.

                   Selama memegang jabatan Ketua Koordinator sejak tahun
               1961--1965, Dr. Ny. Hurustiati Soebandrio dinilai telah mengarahkan
               KOWANI ke suasana pengaruh blok sosialis/komunis yang antara
               lain dapat dibuktikan dengan banyaknya pengiriman delegasi-
               delegasi perempuan ke negara-negara komunis dan peringatan Hari
               Wanita Internasional. Kuatnya kedudukan sebagai Ketua Koordinator
               dianggap menjadi penyebab bahwa keputusan-keputusan dan sikap
               KOWANI didominasi oleh pendirian Ketua Koordinator. Oleh karena
               itu Kongres Luar Biasa KOWANI yang berlangsung dari tanggal 30
               Mei sampai dengan 1 Juni 1966 di Jakarta memutuskan untuk
               meniadakan jabatan Ketua Koordinator dan mengganti sistem
               pimpinan KOWANI dengan Ketua Periodik yang bergilir antara
               semua anggota Dewan Pimpinan. Dengan sistem ini hendak dicegah
               pengaruh yang berlebihan oleh satu orang Ketua (Koordinator)
               KOWANI.

                   Pada tahun-tahun berikutnya KOWANI terus mengadakan
               konsoli-dasi ke dalam dan meningkatkan kegiatan agar supaya dalam
               masa Orde Baru dapat menjadi wadah penghimpun aspirasi kaum
               perempuan Indonesia. Dengan organisasi-organisasi perempuan di
               luar KOWANI diletakkan dasar-dasar kerja sama. Terutama dengan
               Koordinasi Wanita Sekber Golkar dan KAWI diadakan Badan
               Musyawarah untuk melaksanakan peringatan-peringatan atau
               kegiatan-kegiatan yang bersifat nasional secara bersama-sama.

                   Atas anjuran Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa
               (PBB) telah dirintis pembentukan Komisi Nasional Kedudukan
               Wanita Indonesia (KNKWI) yang tugasnya adalah menunjang
               pergerakan perempuan dengan cara mengumpulkan data dan
               mengadakan penelitian tentang keadaan dan kedudukan perempuan


                                             270
                                            270
   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307