Page 106 - Cooperative Learning
P. 106
96 BAB 4
Robert E Slavin berpendapat, semua metode pembelajaran
kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama
dalam belajar dan bertanggung jawab terhadap teman satu timnya
mampu membuat diri mereka belajar sama baiknya. Maksud
pengertian kooperatif di atas ialah pembelajaran yang memberikan
pengaruh positif kepada siswa, menjadikan siswa lebih bertanggung
jawab lagi kepada sesama tim sehingga dapat menghasilkan hasil
yang sama baiknya.
Miftahul Huda berpendapat, pembelajaran kooperatif
(cooperative learning) diyakini sebagai praktik pedagogis untuk
meningkatkan proses pembelajaran, gaya berfikir tingkat-tinggi,
perilaku sosial, sekaligus kepedulian terhadap siswa-siswa yang
memiliki latar belakang kemampuan, penyesuaian, dan kebutuhan
yang berbeda-beda. Maksud pengertian kooperatif di atas ialah
pembelajaran yang meningkatkan gaya berfikir tingkat tinggi,
menuntut siswa untuk lebih berfikir keras untuk mendapatkan hasil
yang maksimal tetapi tidak menghilangkan rasa kepeduliannya
kepada teman satu timnya.
C. Think Pair Share (TPS)
Miftahul Huda berpendapat, Think Pair Share (TPS) adalah
suatu metode pembelajaran kooperatif yang sederhana yang
memberi siswa waktu untuk berfikir dan merespon serta saling
bantu satu sama lain. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh
Frank Lyman dari University of Maryland. Pada metode ini, siswa
diminta untuk duduk berpasangan. Kemudian, guru mengajukan
satu pertanyaan/masalah. Setiap siswa diminta untuk berfikir
sendiri-sendiri terlebih dahulu tentang jawaban atas pertanyaan itu,
kemudian mendiskusikan jawabannya dengan pasangannya untuk
memperoleh jawaban yang tepat. Setelah itu, guru meminta setiap
pasangan untuk membacakan hasil jawaban yang telah mereka
sepakati pada siswa yang lainnya.
Isjoni berpendapat, Think Pair Share merupakan teknik yang
memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri serta
bekerja sama dengan orang lain. Maksud dari pengertian Think Pair
Share di atas ialah metode Think Pair Share merupakan

