Page 113 - Cooperative Learning
P. 113
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 103
pengendali pendidikan haruslah menyelaraskan pengetahuan dan
kemampuannya dengan perkembangan pengetahuan dan
teknologi. Jika tidak, guru hanya akan menjadi pelakon pendidikan
yang stagnan dan puas dengan apa yang dimilikinya. Jika hal ini
dibiarkan berlarut-larut, bisa dipastikan nasib pendidikan ini
beberapa tahun ke depan akan semakin memburuk.
Dalam menjalankan kewajibannya sebagai agen pendidikan,
guru harus membekali diri dengan sejumlah keahlian dan
pengetahuan yang memadai. Berbagai sumber telah memaparkan
hal-hal yang harus dilakukan oleh pendidik yang profesional. Selain
itu, sejumlah pelatihan juga telah disusun dan dijalankan
pemerintah guna membekali pendidik dalam menjalankan tugas-
tugasnya. Namun demikian, sejumlah permasalah akan senantiasa
muncul bersamaan dengan penerapan keterampilan yang ada.
Sejumlah pendekatan pembelajaran pun ditawarkan untuk
membantu guru dalam mencapai tujuan penelitian. Satu di
antaranya adalah pendekatan kooperatif. Mengingat fokus
pembelajaran adalah peserta didik, pendekatan ini dianggap
mampu mengembangkan potensi anak. Ditambah lagi
keberagaman pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Ketika
pembelajaran kooperatif direncanakan dan dilaksanakan dengan
baik, maka dapat menimbulkan interaksi kelas yang lebih dinamis
yang memungkinkan proses belajar siswa lebih baik. Menurut Lie
(2008: 18) manfaat dari pembelajaran kooperatif meliputi: 1) guru
lebih sedikit berbicara; 2) meningkatkan kemampuan berbicara
siswa; 3) kemampuan berbicara siswa lebih bervariasi; 4) Lebih
cakap dalam melakukan negosiasi; 5) lebih banyak memperoleh
masukan yang mudah dipahami; 6) suasana kelas lebih santai; dan
7) motivasi yang lebih besar untuk belajar.
Pembelajaran kooperatif berbeda dengan pembelajaran
kelompok tradional. Dalam kelompok tradisional menerapkan
sistem kompetisi, di mana keberhasilan individu diorientasikan pada
kegagalan orang lain. Sedangkan tujuan dari pembelajaran
kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu
ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.

