Page 152 - Cooperative Learning
P. 152

142                                                               BAB 4


                     Aturan  kelompok  adalah  segala  sesuatu  yang  menjadi
               kesepakatan semua pihak yang terlibat, baik siswa sebagai peserta
               didik,  maupun  siswa  sebagai  anggota  kelompok  misalnya  aturan
               tentang  pembagian  tugassetiap  anggota  kelompok,  waktu  dan
               tempat pelaksanaan, dan lain sebagainya.
                     Upayakan  segala  aktivitas  belajar  siswa  untuk  meningkatkan
               kemampuannya  dalam  aspek  pengetahuan,  sikap,  maupun
               keterampilan.  Aktivitas  pembelajaran  tersebut  dilakukan  dengan
               kegiatan  kelompok  sehingga  antar  peserta  didik  dapat  saling
               membelajarkan  melalui  tukar  pikiran,  pengalaman,  maupun
               gagasan–gagasan.
                     Aspek tujuan yang dimaksud untuk memberikan perencanaan,
               pelaksanaan,dan evaluasi melalui tujuan yang jelas. Setiap anggota
               kelompok dapat memahami sasaran pada setiap kegiatan belajar.

                     Salah satu strategi yang dimaksud dalam model pembelajaran
               kelompok adalah strategi pembelajaran (cooperative learning) SPK
               merupakan  strategi  pembelajaran  kelompok  dan  akhir-akhir  ini
               menjadi  perhatian  dan  dianjurkan  para  ahli  pendidikan  untuk
               digunakan.  Slavin  (1995)  mengemukakan  dua  alasan  pertama
               beberapa  hasil  penelitian  membuktikan  bahwa  penggunaan
               pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
               sekaligus,dapat  meningkatkan  hubungan  kemampuan  sosial,
               menumbuhkan  sikap  menerima  kekurangan  diri  dari  orang  lain,
               serta  dapat  meningkatkan  harga  diri.Kedua,  pembelajaran
               kooperatif  dapat  meralisasikan  kebutuhan  siswa  dalam  belajar
               berfikir memecahkan masalah dan mengintegrasikan pengetahuan
               dengan keterampilan. Dari dua alasan tersebut maka pembelajaran
               kooperatif    merupakan       bentuk    pembelajaran      yang    dapat
               memperbaiki  sistem  pembelajaran  yang  selama  ini  memiliki
               kelemahan.
                     Pembelajaran  kooperatif  merupakan  model  pembelajaran
               dengan  menggunakan  sistem  pengelompokkan  tim  kecil  yaitu
               antara 4 sampai 6 orang yang mempunyai latar belakang akademik
               maupun  jenis  kelamin  dan  rasatau  suku  yang  berbeda  (heterogen
               system).  Penilaian  dilakukan  terhadap  kelompok.  Setiap  kelompok
               akan  memperoleh  penghargaan  (reward),  jika  kelompok  mampu
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157