Page 148 - Cooperative Learning
P. 148

138                                                               BAB 4


               kondusif   untuk  siswa  ,  sehingga  siswa  dapat  mengembangkan
               potensi yang dimilikinya secara efektif dan efisien.
                     Namun  dalam  kenyataannya  guru  seringkali  mendapat
               kendala  bagaimana  memilih  dan  menggunakan  metode  dalam
               pembelajaran,  metode  dan  strategi  yang  bagaimana  yang   paling
               tepat  untuk  membahas  satu  materi  pembelajaran,  salah  satu
               strategi  dari  model  pembelajaran  kelompok  adalah  strategi
               pemelajaran  kooperatif  (cooperative  learning  merupakan  strategi
               pembelajaran kelompok yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dan
               di anjurkan pada ahli pendidikan untuk di gunakan slavin (1995)
                     sebagai  guru  mata  pelajaran  Bahasa  Indonesia  sering  kali
               menghadapi  berbagai  kendala  dalam  menyampaikan  materi
               pembelajaran,  khususnya  dalam  memilih  metode,  apalagi  mata
               pelajaran  SMP merupakan yang disampaikan secara terpadu  terdiri

               dari  materi    pelajaran  hapalan  yang  membosankan.  Kekomplekan
               materi ini membutuhkan ekstra kerja keras agar pembelajaran tidak
               membosankan  Proses  pengajaran  dilakukan  sedemikian  rupa,
               terencana  dan  menggunakan  metode-metode  yang  digunakan
               masih  banyak  penyebab-penyebab  lainnya.kejenuhan  adalah
               tekanan dan berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari tekanan
               itu.jika  tidak  diatasi  kejenuhan  itu  dapat  menjadi  penyebab
               mengajar tidak tercapai. Guru yang mengalami kejenuhan mengajar
               seakan-akan  pengetahuan  dan  kecakapan  yang  dilakukan  pada
               waktu  mengajar  tidak  akan  ada  kemajuan.  sehingga  guru  yang
               mengajar  menjadi  pesimis  terhadap  keberhasilan  mengajarnya
               hingga      tidak    jarang     menghukum        diri    sendiri    atas
               ketidakmampuannya  tersebut.
                     Penguasaan bahasa Indonesia pada (SMP) diharapkan dengan
               penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan
               konteksnya. Guru SMP dapat menjadi indivudu yang siap berperang
               aktif dalam persaingan global nanti dalam RESTRA Depdiknas 2010-
               2014  (Kementerian  Pendidikan  Nasional  RI,  2009)  memiliki
               misi‛menghasilkan insan yang cerdas dan competitive  insan kami
               insan  paripurna) yang dimaksud dengan insan  Indonesia Indonesia
               cerdas  adalah  insan  yang  komprehensif  yaitu  cerdas  spiritual,
               emosional cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153