Page 143 - Cooperative Learning
P. 143
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 133
independen tes yang berbeda.untuk.menguji.percobaan pre-test
dan kontrol.
J. Uji Normalitas
Jadi tes normalitas dilakukan karena nilai signifikan 0.070 yang
berarti pra-eksperimen (Ho) diterima karena itu berarti lebih
besar dari 0,05 (data normal), dan juga untuk pasca-percobaan
dengan lebih besar nilai signifikansi 0.200> 0, 05 berarti juga
diterima. Dan untuk pra-kontrol dan pasca-control dengan skor
signifikansi 0.200 lebih besar dari 0,05 berarti diterima (data
normal).
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
Hasil Pra-test dan Post-tes tuntuk kelompok eksperimen
Berdasarkan data yang diperoleh (Lampiran 3) untuk kelompok
eksperimen di pre-test, skor terendah adalah 20 dan skor tertinggi
adalah 45. Sementara di post test, skor terendah adalah 40 dan skor
tertinggi adalah 90, dengan deviasi 425 dan deviasi persegi 14475
dengan N atau total siswa adalah 15.
Untuk kelompok kontrol berdasarkan data yang diperoleh
lampiran 3 di tabel 4.3 sementara di pre-test diperoleh nilai
terendah adalah 25 dan skor tertinggi adalah 60. Sementara di pos-
test diperoleh terendah dan nilai tertinggi adalah 25 dan 60 .
dengan jumlah deviasi 175 dan jumlah deviasi persegi dengan total
N atau total siswa adalah 15.
B. Diskusi
Berdasarkan hasil penelitian dan data analyis dilakukan, dapat
dijelaskan bahwa digunakan metode pembelajaran NHT kooperatif
dalam mengajar membaca yang diterapkan sangat efektif daripada
metode yang digunakan oleh guru dalam pertemuan rutin. Ketika
analisis post test dilakukan, diketahui dari hasil kelas eksperimen
belajar yang lebih baik daripada kelas kontrol. Skor tertinggi kelas
eksperimen adalah 90 sedangkan kelas kontrol adalah 60.
Sementara itu, skor rata-rata kelas eksperimen adalah 63,8 dan kelas
kontrol adalah 41,6.
Berdasarkan hasil uji statistik di tingkat signifikansi 0,05%, itu
diperoleh ttest lebih besar dari ttabel dapat disimpulkan bahwa

