Page 150 - Cooperative Learning
P. 150

140                                                               BAB 4


                     Dipahami  bahwa  kemampuan  berbahasa  tidak  hanya
               kemampuan penguasaan struktur saja akan tetapi juga kemampuan
               mengngunakan  bahasa  sebagai  media  komunikasi  baik  lisan
               maupun tulisan.
                     Keterampilan  menulis  memerlukan  proses  berfikir  dalam
               kemampuan  mengkomunikasikan  ide  ide  dimana  di  harapka  guru
               dapat  berinteraksi  dengan  lancar  dengan  mempertimbangkan
               aspek  sapek  menulis  seperti  struktur  bahasa,  kosa  kata,  koherensi
               dan  pemakaian  tanda  baca  yang  tepat.  Salah  satu  model
               pembelajaran  yang  dapat  dikoordinir  keberhasilan  mengajar
               metode  pegajaran  yang  di  berikan  kepada  guru  memiliki  scenario
               pengajar  untuk  mendorong  mereka  untuk  memecahkan  masalah
               mereka  secara  nyata.  Dalam  memecahkan  masalah  ini  bersifat
               konstruktivis, para peserta didik menggunakan pengalaman mereka

               terdahulu  dalam  memecahkan  masalah  kegiatannya  dengan
               menggali dan berinteraksi, mempertanyakan selama bereksperimen
               dengan teknik trial and eror.
                     Berangkat  dari  asumsi  di  atas  maka  penulis  tertarik  untuk
               mengamati  proses  penerapan  cooperative  learning  di  SMP  kota
               Palopo Sulawesi Selatan.

                  B. Identifiasi Masalah
                     Sikap  guru  selama  mengajar  merupakan  hal  perlu
               diperhatikan  untuk  menunjang  ketercapaian  tujuan  mengajar  ada
               dua  indikasi  yang  dapat  mendukung  ketercapaian  tujuan
               pengajaran;  1)  apabila  guru  memiliki  sikap  positif  terhadap
               pengajaran  dan  mampu  meningkatkan  kompetensi  berbahasa.  2)
               begitu  juga  sebaliknya  apabila  guru  tidak  memiliki  sikap  positif
               maka  pencapaian  dan  peningkatan    kompetensi  berbahasa  guru
               akan sangat sulit tercapai.
                     Oleh  karena  itu  dalam  proses  mengajar  seharusnya
               menggunakan  metode  dan      teknik  pengajaran  menitik  beratkan
               pada guru dalam proses mengajar akan mampu membangun sikap
               positif  dan  meningkatkan  proses  pengajaran  bahasa  Indonesia  di
               kelas.
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155