Page 203 - Cooperative Learning
P. 203
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 193
Terdapat 6 responden atau 46.92% yang melakukan kegiatan
‘Batasi siswa menggunakan bahan untuk membuat perlunya bekerja
sama (yaitu satu gunting, selembar kertas)’.
Terdapat 10 responden atau 76.92% yang memberikan siswa
satu ruang tertentu di mana untuk bekerja sama’.
Terdapat 13 responden atau 100% yang melakukan
‘pengawasan guru, harus selalu memantau kegiatan kelompok
untuk memastikan siswa tidak membelok terlalu jauh dari tugas.
Guru juga harus tersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
siswa dan memandu diskusi jika diperlukan’.
Terdapat 10 responden atau 76.92% menerapkan ‘Kelompok-
heterogen, guru menciptakan kelompok yang beragam tingkat
kemampuan dan latar belakang’.
Terdapat 11 responden atau 84.62% yang menerapkan ‘Saling
ketergantungan positif, dengan menetapkan tujuan kelompok dan
bekerja menuju reward atau hasil belajar akhir’.
Terdapat 11 responden atau 84.62% yang melakukan ‘Interaksi
face-to-face, siswa didorong untuk menggunakan komunikasi
verbal dan nonverbal untuk memecahkan masalah dan menjelaskan
materi pembelajaran’.
Terdapat 13 responden atau 100% yang memperhatikan
‘Akuntabilitas individu yaitu siswa bertanggung jawab untuk tugas-
tugas mereka dan untuk membantu seluruh kelompok dalam
memenuhi tujuan pembelajaran. Akuntabilitas ini ditegakkan
melalui peran mahasiswa’.
Terdapat 12 responden atau 92.31% yang memperhatikan
‘Keterampilan-sosial yaitu guru perlu menetapkan aturan sehingga
semua siswa menghormati, berbicara dengan cara yang sesuai
dengan pengaturan ruang kelas, dan memanfaatkan waktu mereka
dengan bijak selama interaksi kelompok.
Terdapat 9 responden atau 69.23% yang menerapkan
‘Kelompok pengolahan yaitu siswa terlibat dalam refleksi tentang
bagaimana kelompok berfungsi selama aktivitas’.
Terdapat 10 responden atau 76.92% yang menerapkan
‘Evaluasi ayitu semua kegiatan harus mencakup baik individu dan
penilaian kelompok.

