Page 205 - Cooperative Learning
P. 205

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP                     195

                     B. Model yang dipraktekkan dalam cooperative learning
                        Berdasarkan data model cooperative learning yang diterapkan
                  oleh guru. Terdapat 9 responden atau 69.23% yang menggunakan
                  Think-pair-share.  Terdapat  4  responden  atau  30.77%  yang
                  menggunakan  Jigsaw.  Terdapat  2  responden  atau  15.38%  yang
                  menerapkan Inside-outside circle. Terdapat 1 responden atau 7.69%
                  yang  menggunakan  Round  robin.  Terdapat  2  responden  atau
                  15.38%  yang  melakukan  Co-op.  Terdapat  1  responden  atau  7.69
                  yang  menerapkan  Three-step  interview.  Tidak  responden  atau  0%
                  yang menggunakan Numbered heads together. Terakhir, terdapat 4
                  responden  atau  30.77%  yang  menerapkan  Student  teams
                  achievement divisions.
                        Sehingga dapat diketahui bahwa Think-pair-share merupakan
                  model  yang  paling  sering  digunakan  di  kelas.  Posisi  kedua  yang
                  sering  juga  digunakan  ada  dua  model  yaitu  Jigsaw  dan  Student
                  teams  achievement  divisions.  Posisi  ketiga  ada  dua  model  yaitu
                  Inside-outside  circle  dan  Co-op.  Posisi  keempat  yang  diterapkan

                  yaitu  Round  robin  dan  Three-step  interview.  Sedangkan  model
                  Numbered  heads  together  tidak  pernah  dipraktekkan  oleh  para
                  responden.

                  Simpulan dan Saran
                     A. Simpulan
                        Berdasarkan  temuan  yang  dibahas  pada  bab  sebelumnya,

                  maka    dapat  disimpulkan  bahwa  pertama,  penerapan  ciri  ciri
                  cooperative learning telah dilakukan oleh para guru bahasa Inggris
                  Sekolah  Menengah  Pertama  di  Jakarta  walaupun  frekuensinya
                  berbeda beda. Kedua, model cooperative learning yang dipraktekan
                  juga beragam dari 8 model yang ada hanya satu yang tidak pernah
                  dipraktekkan.

                     B. Saran
                        Berdasarkan  simpulan  di  atas,  disarankan  bahwa  dari  ciri  ciri
                  cooperative  learning  yang  ada  dapat  diterapkan  dalam  praktek  di
                  kelas  secara  keseluruhan.  Dalam  proses  belajar  mengajar  di  kelas
                  guru  memperhatikan  setiap  ciri  yang  ada.    Guru  dituntut  untuk
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210