Page 210 - Cooperative Learning
P. 210
200 BAB 4
D. Kegunaan penelitian
Informasi dari hasil penelitian evaluasi penerapan strategi
group investigation pada pembelajaran membaca paling tidak
dapat memberikan gambaran objektif terhadap pembelajaran
bahasa inggris yang sesuai dengan langkah-langkah dalam
pembelajaran kooperatif serta apa saja yang menjadi hambatan
dalam penerapan strategi tersebut di MTsN Rukoh Banda Aceh.
Kajian pustaka
A. DESKRIPSI KONSEPTUAL FOKUS DAN SUBFOKUS
1) Pembelajaran Kooperatif
Cooperative learning berasal dari kata cooperative yang
artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama atau
berkelompok dan saling membantu sesama lain dalam sebuah
kelompok atau tim (Isjoni, 2007). Selanjutnya slavin (2009)
menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model
pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-
kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif,
sehingga dapat merangsang siswa bergairah untuk belajar‛. Dari
dua pendapat ahli diatas dilihat dari psikologi anak akan
mempermudah dan menambah motivasi belajar belajar mereka
disebabkan mereka bekerjasama dan saling membanu dalam
menyelesaikan tugas yang dberikan oleh guru. Dick dan Carey
(2005:184) menyebutkan tujuh perspektif dalam strategi
pembelajaran, yaitu: 1) pemilihan sistem pelajaran, 2) penjabaran
substansi pembelajaran. 3) penajabaran aspek-aspek pengajaran
dalam pembelajaran, 4) pengorganisasian kelas dalam kelompok, 5)
penetapan organisasi pelajaran, 6) pemilihan media serta 7)
penyampaian media ajar.
2) Tipe Group Investigation
Group Investigation merupakan salah satu bentuk model
pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan
aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran
yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya
dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. Siswa
dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik

