Page 215 - Cooperative Learning
P. 215
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 205
Pertanyaan keenam: ketika Anda menerapkan pembelajaran
kooperatif, Anda meminta siswa Anda untuk bekerja dalam
kelompok kecil atau berpasangan?
Mayoritas responden menegaskan bahwa mereka biasanya
menggunakan kedua cara tersebut, tetapi lebih utama
pembelajaran kooperatif pada kelompok-kelompok kecil. Misalnya,
salah satu guru mengatakan bahwa pilihan menggunakan
kelompok-kelompok kecil atau berpasangan sering ditentukan oleh
tugas belajar, tetapi banyak menggunakan kerja kelompok. Fakta
bahwa guru lebih memilih untuk meminta siswa untuk bekerja
dalam kelompok daripada berpasangan mungkin berhubungan
dengan peningkatan interaksi ketika peserta didik bekerja dalam
kelompok-kelompok kecil maksimum empat sampai lima anggota
dan dapat memfasilitasi siswa dengan memantau kelompok-
kelompok tersebut tidak seperti pada berkerja berpasangan dimana
kesempatan untuk mengamati semua pasangan kurang efektif dan
terbatasnya waktu.
Pertanyaan ketujuh: apakah Anda yang mengelompokkan siswa
atau memberikan mereka kesempatan untuk
mengelompokkannya sendiri? Dan berapa banyak siswa yang
anda tentukan dalam masing-masing kelompok?
Semua guru yang diwawancarai menegaskan bahwa mereka selalu
membiarkan siswa memilih tim sendiri agar tercipta keharmonisan
dalam kelompok dan interaksi antara rekan-rekan. Guru juga sering
meminta siswa tiga sampai lima perkelompok. Salah satu yang
diwawancarai mengatakan: "Saya membiarkan murid-murid saya
memilih tim mereka sendiri untuk memudahkan bekerja dan
masing-masing kelompok berisi 4-5 siswa sehingga mereka dapat
saling bertukar informasi dan belajar satu sama lain."
Pertanyaan kedelapan: berapa lama waktu yang sering anda
gunakan dalam mengatur kelas sesuai dengan pembelajaran
kooperatif?
Semua yang diwawancarai menyatakan bahwa waktu yang mereka
habiskan untuk mengatur kelas dan membentuk kelompok siswa
tidak terlalu lama dan kebiasaanya berkisar antara lima sampai

