Page 204 - Cooperative Learning
P. 204

194                                                               BAB 4


                     Dari data di atas diketahui bahwa tiga ciri ciri dari cooperative
               learning  yang  paling  tinggi  yaitu  ‘Setiap  anggota  kelompok
               ditugaskan satu peran untuk memastikan akuntabilitas (yaitu bahan,
               ilustrator,  reporter,  perekam)’,  ‘pengawasan  guru,  harus  selalu
               memantau  kegiatan  kelompok  untuk  memastikan  siswa  tidak
               membelok  terlalu  jauh  dari  tugas.  Guru  juga  harus  tersedia  untuk
               menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa dan memandu diskusi jika
               diperlukan’,  dan  ‘Akuntabilitas  individu  yaitu  siswa  bertanggung
               jawab  untuk  tugas-tugas  mereka  dan  untuk  membantu  seluruh
               kelompok dalam memenuhi tujuan pembelajaran.
                     Akuntabilitas  ini  ditegakkan  melalui  peran  mahasiswa’.  Posisi
               kedua teratas kegiatan yang dilaksanakan yaitu ‘Keterampilan-sosial
               yaitu  guru  perlu  menetapkan  aturan  sehingga  semua  siswa
               menghormati,  berbicara  dengan  cara  yang  sesuai  dengan

               pengaturan ruang kelas, dan memanfaatkan waktu mereka dengan
               bijak  selama  interaksi  kelompok.  Posisi  ketiga  ciri  ciri  yang
               dipratekkan di kelas adalah ‘Saling ketergantungan positif, dengan
               menetapkan tujuan kelompok dan bekerja menuju reward atau hasil
               belajar  akhir’  dan  ‘Interaksi  face-to-face,  siswa  didorong  untuk
               menggunakan        komunikasi      verbal    dan    nonverbal     untuk
               memecahkan masalah dan menjelaskan materi pembelajaran’.
                     Posisi  keempat  tertinggi  adalah  penerapan  dari  ‘Anggota
               kelompok bekerja menuju satu tujuan bersama (yaitu penyelesaian
               organizer  grafis,  menciptakan  sebuah  poster,  membaca  cerita)’,
               memberikan siswa satu ruang tertentu di mana untuk bekerja sama’,
               ‘Kelompok-heterogen, guru menciptakan kelompok yang beragam
               tingkat kemampuan dan latar belakang’, dan ‘Evaluasi yaitu semua
               kegiatan  harus  mencakup  baik  individu  dan  penilaian  kelompok.
               Posisi kelima ada satu ciri ‘Kelompok pengolahan yaitu siswa terlibat
               dalam  refleksi  tentang  bagaimana  kelompok  berfungsi  selama
               aktivitas’.  Terakhir,  penerapan  yang  paling  kecil  ‘membatasi  siswa
               dalam menggunakan bahan untuk membuat perlunya bekerja sama
               (yaitu satu gunting, selembar kertas)’.
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209