Page 99 - MODUL ANALISIS MIKROBIOLOGI_Neat
P. 99

b. Enzim adaptif
                           Perubahan  lingkungan  mikroba  dapat  menginduksi  terbentuknya  enzim
                           tertentu.Induksi  menyebabkan  kecepatan  sintesis  suatu  enzim  dapat
                           dirangsang  sampaibeberapa  ribu  kali.  Enzim  adaptif  adalah  enzim  yang
                           pembentukannya dirangsang oleh
                           adanya  substrat.  Sebagai  contoh  adalah  enzim  beta  galaktosidase  yang
                           dihasilkan oleh
                           bakteri E.coli yang ditumbuhkan di dalam medium yang mengandung laktosa.
                           Mula-mulaE.  coli  tidak  dapat  menggunakan  laktosa  sehingga  awalnya  tidak
                           nampak adanya
                           pertumbuhan  (fase  lag/fase  adaptasi  panjang)  setelah  beberapa  waktu
                           barumenampakkan pertumbuhan. Selama fase lag tersebut E. coli membentuk
                           enzim beta
                           galaktosidase yang digunakan untuk merombak laktosa.

                      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK

                            Protein adalah bagian utama enzim yang dihasilkan sel, maka semua hal yang
                      dapat mempengaruhi protein dan sel akan berpengaruh terhadap reaksi enzimatik.
                      1. Substrat (reaktan)
                            Kecepatan  reaksi  enzimatik  umumnya  dipengaruhi  kadar  substrat.
                         Penambahankadar substrat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang
                         tetap,  akanmempercepat  reaksi  enzimatik  sampai  mencapai  maksimum.
                         Penambahan      substratselanjutnya   tidak   akan    menambah      kecepatan
                         reaksi.Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim, jumlah enzim
                         yangterikat  substrat  (ES)  dan  konstanta  Michaelis  (Km).  Km  menggambarkan
                         mesetimbangandisosiasi kompleks ES menjadi enzim dan substrat. Nilai Km kecil
                         berarti  enzimmempunyai  afinitas  tinggi  terhadap  substrat  maka  kompleks  ES
                         sangat mantap,sehingga kesetimbangan reaksi kearah kompleks ES. Apabila nilai
                         Km besar berartienzim mempunyai afinitas rendah terhadap substrat, sehingga
                         kesetimbangan reaksikearah E + S.

                      2. Suhu
                            Seperti  reaksi  kimia  pada  umumnya,  maka  reaksi  enzimatik  dipengaruhi
                         olehsuhu.  Kenaikan  suhu  sampai  optimum  akan  diikuti  pula  oleh  kenaikan
                         kecepatan reaksienzimatik. Kepekaan enzim terhadap suhu pada keadaan suhu
                         melebihi  optimumdisebabkan  terjadinya  perubahan  fisikokimia  protein
                         penyusun enzim. Umumnya enzimmengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu
                         diatas 50oC. Walaupun demikian adabeberapa enzim yang tahan terhadap suhu
                         tinggi, misalnya taka-diastase dan tripsin.
                      3. Kemasaman (pH)
                            pH  dapat  mempengaruhi  aktivitas  enzim.  Daya  katalisis  enzim  menjadi
                         rendahpada  pH  rendah  maupun  tinggi,  karena  terjadinya  denaturasi  protein
                         enzim. Enzimmempunyai gugus aktif yang bermuatan positif (+) dan negatif (-).
                         Aktivitas  enzim  akanoptimum  kalau  terdapat  keseimbangan  antara  kedua
                         muatannya.  Pada  keadaan  masammuatannya  cenderung  positif,  dan  pada
                         keadaan  basis  muatannya  cenderung  negative  sehinggaaktivitas  enzimnya


                                                             98
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104