Page 136 - Sun Flower Full Naskah
P. 136
kembali normal, ia tidak bermaksud menyalahkan So-Ra.
***
Hae-Seol melewati hari yang sangat menyenangkan,
bahkan sekarang saat matahari telah meringkuk di sisi lautan, ia
masih saja merasakan kebahagiaan hari ini. Ia keluar dari apar-
temen, menikmati hangatnya pendar lampu jalan dan melihat
lampu kecil yang melilit di pohon. Persis seperti di mimpinya.
Tapi ia tidak sedang ingin ke bioskop sekarang, Hae-Seol hanya
ingin jalan-jalan.
Ia melewati beberapa toko dan sekarang langkahnya
berhenti. Ia melihat topi merah di etalase kaca, dan Hae-Seol juga
melihat kaos lengan pendek berwarna merah hati dipasangkan
dengan jeans yang di bagian lututnya agak tipis, tidak benar-be-
nar sobek walau hanya sedikit. Hae-Seol menggeleng-geleng, ia
ingin sekali membeli itu untuk Ray. Dan sebagai ucapan terima
kasih atas lima buah permen rasa jeruk yang sangat manis.
Gerakannya sangat cepat saat melakukan sesuatu yang
ia sukai, terbukti saat Hae-Seol sadar sekarang ia sudah meme-
gang kotak yang sudah dibungkus oleh penjual di toko tadi.
Lain kali mungkin ia akan mendesain sendiri baju-baju untuk
orang-orang terdekatnya.
“Hm, tapi…”
Dan sekarang Hae-Seol bingung, ia tak tahu bagaima-
na cara agar ia bisa menemui Ray. Saat itu ia juga tak sempat
menanyakan nomor ponsel lelaki itu. “Apa aku tanya Kyung-
Shin Oppa saja?” gumamnya. Tapi kemudian Hae-Seol mengge-
leng tegas. Ia tak akan melakukan itu. Park Kyung-Shin pasti
akan bertanya dan ia tak mungkin menjawab bahwa ia akan
memberikan hadiah untuk Ray.
Hae-Seol hanya menuruti langkahnya, ia berharap bisa
secara tak sengaja bertemu Ray, seperti di mimpinya saat ia dan
So-Ra bertemu Ray dan Park Kyung-Shin di bioskop. Hae-Seol
bahkan tersenyum sendiri mengingat itu.
Sepertinya Hae-Seol benar-benar harus tersenyum, tapi
sekarang justru wajahnya kembali normal padahal ia tak salah
130

