Page 139 - Sun Flower Full Naskah
P. 139

karang tak mengapa jika semua orang memanggilnya Ray sep-
          erti yang dilakukan Hae-Seol. Ia benar-benar tak dapat menahan
          tawa setelah membuka hadiah dari Hae-Seol.
                 “Hiphop dance? Hiphop music? Haha…” ia bahkan be-
          lum berhenti tertawa setelah sejak lama ia tidak tertawa lepas.
          Sekarang ia benar-benar dibuat tertawa oleh hadiah dari Hae-
          Seol. Ia bahkan belum pernah memakai  setelan seperti peng-
          gemar hiphop. Namun tidak buruk,  bahkan  anak muda yang
          bukan penggemar musik hiphop saja sering memakai setelan
          seperti itu, dan mungkin sisi lain dirinya akan terlihat, seper-
          ti menunjukkan usia yang masih muda misalnya. Tidak hanya
          usia, tapi juga semangat.
                 Ray menghadapi hidupnya dengan penuh keseriusan,
          dan ia juga serius ingin membuktikan pada kakaknya bahwa ia
          juga mampu berdiri sendiri dan melakukan apa yang dikatakan
          oleh hatinya. Bahkan Park Kyung-Shin pasti akan tercengang
          dengan alasan  Ray yang selalu berada di  sisi  Ayahnya hing-
          ga sang Ayah meninggal. Kelak Ray akan memberitahu Park
          Kyung-Shin bahwa kakaknya harus bangga pada Ayah mereka.
                 Ray berdiri di depan cermin dan memakai topi merah, ia
          tersenyum melihat dirinya sendiri. Kelak ketika ia bertemu lagi
          dengan Hae-Seol, ia akan memakai topi itu. Ia bisa kapan saja
          menemui Hae-Seol sebab tadi mereka sudah bertukaran nomor
          ponsel, namun Ray tak akan membahayakan Hae-Seol lagi sep-
          erti tadi.
                 Kalau, dan kalau saja mimpi panjang Hae-Seol ma-
          sih berlanjut maka Hae-Seol juga akan tahu bahwa kelanjutan
          X-Ray memang benar seperti sinar X. Ray akan menjadi orang
          yang mengerti Hae-Seol seperti sinar X yang mampu menembus
          partikel padat, namun jika Hae-Seol selalu bersama Ray maka
          ia membahayakan dirinya sendiri. Seperti efek terkena radiasi
          X-Ray. Barangkali akan begitu, tetapi Ray di dunia nyata tidak
          benar-benar mengerti Hae-Seol, ia justru membiarkan tanda tan-
          ya membengkak di kepala gadis itu.
                 Ray merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia se-
          dikit lelah namun masih harus melakukan banyak hal. Ia ingin
          tahu keadaan Park Kyung-Shin, tadi siang ia menolak ajakan ka-

                                      133
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144