Page 134 - Sun Flower Full Naskah
P. 134

Hae-Seol membantu memasak, Bunda dan Kang Dong-
          Sun akan ke Masjid Seoul untuk mengundang anak-anak makan
          bersama. Hae-Seol ingat memang banyak anak-anak yang bela-
          jar di lantai bawah Masjid Seoul. Ia tidak pernah lupa itu sebab
          di mimpi panjangnya juga tergambar jelas.


                                     ***

                 Lee So-Ra mengambil botol air mineral, ia tengah istira-
          hat dan harus latihan tanpa Hae-Seol. Ada kecanggungan antara
          dirinya dan Park Kyung-Shin, tidak biasanya ia salah gerakan
          tetapi tadi ia terjatuh dan harus istirahat lebih cepat dari yang
          lain.
                 Sekarang So-Ra tahu bukan karena sugesti dari Hae-
          Seol, tetapi ia benar-benar mengagumi sosok Park Kyung-Shin,
          So-Ra menyadari itu.
                 “Apa kau baik-baik  saja?”  tanya Kyung-Shin yang
          menghampiri So-Ra. Baru kali ini Kyung-Shin melihat So-Ra
          melakukan kesalahan pada gerakan yang biasa dilakukan gadis
          itu.
                 “Hm? Ah, iya Oppa. Aku baik-baik saja,”
                 “Tapi tidak dengan hatiku. Kenapa Oppa mendekat? Aku ta-
          kut detak jantungku terdengar olehnya.” batin So-ra.
                 So-Ra meremas botol di tangannya, keadaan itu mem-
          buat ia salah tingkah. Park Kyung-Shin pun tersenyum setelah
          mendengar jawaban So-Ra, ia lalu mengambil handuk kecilnya.
                 “Apa kau mau ikut denganku setelah ini?” tanya Park
          Kyung-Shin. Dan pertanyaan itu membuat So-Ra tersipu malu.
          “Jangan sekarang, Oppa. Dua tahun lagi saja ke Namsan Tower,” Lee
          So-Ra mengingat saat ia dan Hae-Seol ke Namsan Tower, tapi
          sekarang  ia yakin  Kyung-Shin  tidak  sedang mengajaknya  ke
          sana. “Kemana Oppa?” ia pun bertanya.
                 “Masjid Seoul,” kata Park Kyung Shin. Tadi ia mendapat
          pesan dari pamannya yang meminta Kyung-Shin ke sana, ia juga
          sudah mengajak Park Kyung-Soo tetapi  adiknya itu  menolak
          dengan alasan masih sibuk.
                 “Masjid Seoul? Ah, tidak! Terlalu cepat dan sangat menda-

                                     128
   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139