Page 138 - Sun Flower Full Naskah
P. 138
Ray menerima hadiah itu dan menuruti permintaan Hae-Seol
untuk tidak membukanya sekarang, tapi ia tidak mengucapkan
terima kasih. Ia rasa tak perlu, bahkan ia tak meminta Hae-Seol
memberinya hadiah.
Mereka menuju minimarket dan membeli dua botol
air mineral. Berseberangan dengan mereka, seseorang tengah
memperhatikan, bukan orang-orang yang mengejar Hae-Seol
dan Ray tadi, tapi seseorang yang seharian dipikirkan Hae-Seol.
Kang Ji-Woo.
Ia masih berdiri di seberang jalan, mengenakan mantel
dan kacamata, sekarang sepertinya Kang Ji-Woo punya jadwal
baru. Mengikuti Park Kyung-Soo. Dan tadi Kang Ji-Woo tidak
salah lihat bahwa Park Kyung-Soo sedang melihat orang yang
melakukan transaksi narkoba.
Kalau saja Hae-Seol juga melihat Kang Ji-Woo, pasti-
lah ia akan tertawa sebab situasi sekarang tidak berbeda jauh
dengan mimpinya. Namun, Kang Ji-Woo tidak akan mendekat
sebab ia tahu Park Kyung-Soo akan mengajaknya berdebat, en-
tah tentang apapun itu. Jika mereka berdua bersama pasti akan
terasa sangat ramai, ah! Mungkin lebih tepatnya ribut.
“Apa itu tadi? Ray? Anak itu dipanggil Ray? Ah! Jinjja!
Gadis itu…” Kang Ji-Woo menuju mobilnya. Ia tidak ingin
merasa kesal lebih lama lagi. Entah apa ia benar-benar kesal atau
justru tak suka melihat Hae-Seol dengan Ray. Sejak Kang Ji-Woo
terbangun setelah kecelakaan itu, ia sangat penasaran dengan
sosok yang ada di mimpinya. Ia hanya ingin bertanya “Kenapa
saat itu kau begitu panik? Kenapa kau ada di mimpiku? Dan apa
kau tidak menyadari pesonaku? Orang-orang bahkan histeris
saat melihatku, tapi kenapa kau biasa-biasa saja?”
Kang Ji-Woo tidak tahu bahwa Hae-Seol juga ahli dalam
seni peran, tentu ia bisa berpura-pura dengan baik, dan Hae-
Seol tak akan pernah mau disamakan dengan orang lain, sebab
ia bukan fans Kang Ji-Woo, ia tak pernah mau disebut begitu.
***
“Haha… ini benar-benar gila…” Park Kyung-Soo, ah se-
132

