Page 135 - Sun Flower Full Naskah
P. 135
dak,” So-Ra benar-benar sedang tak bisa berpikir jernih, yang ia
bayangkan di Masjid Seoul adalah proses sakral.
“Baiklah,” jawab So-Ra singkat. Park Kyung-Shin tak
dapat membaca pikirannya, juga akan sangat membahayakan
jika Kyung-Shin dapat melakukan itu sebab sekarang saja sudah
berjibun tanda tanya di kepala So-Ra. Tapi ia memilih tak ber-
tanya lebih banyak. Kelak ia juga akan tahu alasan Park Kyung-
Shin mengajaknya kesana.
***
“Wah, ini kemajuan besar, benar-benar langkah yang
luar biasa,” kata Hae-Seol pada So-Ra. “Tidak perlu menunggu
dua tahun lagi, sekarang saja!” kali ini Hae-Seol berbisik, kalau
saja tak banyak orang di dekat mereka pastilah So-Ra berteriak
kesal karena sejak Hae-Seol melihatnya datang bersama Kyung-
Shin, sahabatnya itu selalu mengoceh hingga membuat So-Ra
benar-benar malu.
Setelah membuat telinga So-Ra panas, Hae-Seol beran-
jak dan memotret kebersamaan itu. Ia juga mengirimkan beber-
apa gambar pada Rian, kelak adiknya akan memberitahu Mama
dan Ayah. Hae-Seol tersenyum saat Rian membalas dengan
mengirimkan gambar juga, ia melihat gambar beberapa ruangan
di rumah yang tengah direnovasi.
“Jadi, ini ceritanya kau lagi pendekatan?”
“Hm?”
“Pendekatan dengan calon mertua.”
Kali ini giliran So-Ra yang membuat Hae-Seol malu.
Tak ada tanggapan dari Hae-Seol, ia hanya menunjukkan wa-
jah kesalnya. Ah, rasanya bukan. Hae-Seol tidak sedang kesal,
wajahnya hanya merah padam menahan malu. Sekarang ia be-
nar-benar tersadar, ia sedang bersama Shim Yeo-Hwa dan Kang
Dong-Sun, dan iya! Mereka orangtua Kang Ji-Woo. Oh dear…
So-Ra membuat Hae-Seol tak berhenti memikirkan Kang Ji-Woo.
Kenapa tiba-tiba Hae-Seol menyalahkan So-Ra? Bukankah sela-
ma ini bahkan sejak ia remaja Hae-Seol tak berhenti memikirkan
Kang Ji-Woo? Mungkin ia hanya ingin membuat rona wajahnya
129

