Page 144 - Sun Flower Full Naskah
P. 144
Ray sama banyak dengan ia menyebut nama Kang Ji-Woo. Yang
diketahui So-Ra selama ini hanya tentang Kang Ji-Woo namun
ternyata ada orang lain juga yang bisa menyamai lelaki superstar
itu.
***
“Here we are…”
Hae-Seol dengan senyumnya saat tiba di tempat yang
akan ditunjukannya pada So-Ra. Tidak buruk sedikit olahraga
di musim dingin, namun ini olahraga yang cukup ekstrim bagi
So-Ra. Menembak, ia belum pernah melakukan itu.
“Wah, apa kita harus berpakaian seperti tentara?”
“Haha… tidak perlu.”
Mereka menuju ruang latihan, bagi So-Ra olahraga yang
menggunakan senjata api ini terlihat sangar dan macho namun ia
tak menyangka bahwa Hae-Seol sangat pandai dalam olahraga
seperti ini. Tampang sangar dan macho sama sekali tak ada di
diri Hae-Seol, gadis itu justru terlihat lemah lembut dan ramah.
“Saat menembak, dibutuhkan kecepatan, ketepatan dan
kekuatan,” kata Hae-Seol sambil memakai peralatan menem-
bak. Ia telah siap dengan pistol di tangan dan tiga buah magazin
penuh berisi peluru tertancap di holsters . Ia juga memakai kaca-
1
mata untuk menghalau silau dan penutup telinga agar tak pekak
karena suara tembakan.
Hae-Seol menoleh ke arah So-Ra. Ia terlebih dulu mem-
beri contoh kemudian barulah ia mengajari So-Ra. Bunyi suara
tembakan terus bergulir dari sasaran satu ke sasaran berikutnya.
Hae-Seol menembak sasaran lain dengan sangat cekatan meng-
ganti magazin peluru dan langsung ditembakkan ke arah target.
Satu stage terselesaikan, rok panjang kulit berwarna coklat tua
yang dikenakan Hae-Seol ia lengkapi dengan resleting di samp-
ing agar memudahkannya bergerak. Ia juga mengenakan legging
dan boots dengan heels dua sentimeter sewarna dengan roknya.
Tentu pakaian yang dikenakannya sekarang bukan pakaian saat
ia meeting tadi pagi. Sewaktu latihan menembak, Hae-Seol juga
1 Semacam ikat pinggang yang dipakai saat menembak
138

