Page 146 - Sun Flower Full Naskah
P. 146

“Akhirnyaa…” So-Ra bernapas lega, ia harus mencuk-
          upkan latihan. Benar ia semangat tapi ia juga lelah. “Sini aku
          bantu…” Hae-Seol melepas penutup telinga So-Ra.
                 “Benar-benar mendebarkan,” kata So-Ra.  Hae-Seol
          mengiyakan, dulu saat ia pertama kali latihan bersama Rian juga
          seperti So-Ra. Ia bahkan gemas saat pelurunya tak berhasil men-
          genai target.
                 “Terima  kasih sudah mengajakku ke sini,  Hae-Seol,”
          So-Ra tersenyum dan mengambil tasnya. Mereka akan menuju
          mobil dan pulang. “Berarti penjahat-penjahat itu dulu sudah ter-
          latih ya? Mereka bahkan tidak perlu memposisikan badan dan
          langsung menembak dalam keadaan genting.”
                 “Haha… iyalah,  kalau  harus mengambil posisi dan
          menarik napas pelan-pelan, nanti tertembak duluan,” Hae-Seol
          tertawa sambil mengenang kejadian ketika ia pertama bertemu
          Bunda, saat ia dan So-Ra diikuti dan ketika mereka disekap oleh
          anak buah Ayah Park Kyung-Shin.
                 “Hae-Seol, lihat orang itu! Dia yang tadi pagi kau cer-
          itakan,” So-Ra menunjuk seseorang yang sudah masuk mobil,
          Hae-Seol langsung mengenali orang itu. Iya! Barusan ia melihat
          Ray. “Apa Ray datang untuk latihan juga?” Hae-Seol bahkan tak
          sempat menyapa. Ray juga tak melihat ke arahnya.

                                     ***


                 Tidak ke apartemen Hae-Seol, ia meminta So-Ra men-
          gantarnya  ke taman dan sekarang ia berada di sebuah taman
          yang sebelumnya menjadi tempat pertemuannya dengan Ray
          dan Kang Ji-Woo. Ia sendiri, menikmati pemandangan salju yang
          memutih dan cahaya matahari yang menembus celah pepohon-
          an. Suhu tak sedingin tadi pagi, tapi ia masih harus mengenakan
          winter coat dan syal.
                 Ia menikmati latihan  bersama So-Ra hari ini, keadaan
          kakinya benar-benar sudah  membaik. Hae-Seol  harus  men-
          syukuri itu. Untuk lebih menikmati suasana sekarang, ia men-
          gambil headphone dalam tasnya dan mendengarkan lagu. Belum
          lama sejak headphone dipakai, seseorang menepuk-nepuk bahu

                                     140
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151