Page 149 - Sun Flower Full Naskah
P. 149

Kang Ji-Woo cukup rendah hati, meskipun ia adalah su-
          perstar dan terkenal. Ia menyembunyikan identitasnya sebagai
          chaebol pewaris ketiga. Sosok yang ramah dan selalu mendapat
          banyak hadiah dari fans setiap kali mengadakan fan-meeting itu
          tak  pernah  meminta kedua orangtua  mendongkrak karirnya,
          kecuali tentang Bunda yang selalu mengurus pakaiannya. Kang
          Ji-Woo bahkan memulai dari bawah sebagai seorang penyanyi.
          Dan sekarang ia berada di bawah naungan agensi yang ia ben-
          tuk sendiri.
                 Hae-Seol berharap suatu hari nanti ia bisa menyaksikan
          secara langsung saat Kang Ji-Woo memainkan piano, menekan
          tuts-tuts hitam putih dengan penuh penghayatan disertai suara-
          nya yang merdu. Atau melihat Kang Ji-Woo bermain gitar. Jika
          Hae-Seol memiliki tiga kartu kesempatan maka ia akan menggu-
          nakan salah satu kartu untuk harapannya itu.
                 “Hae-Seol ssi … ada kiriman untukmu.”
                            3
                 Seorang karyawan memberikan sesuatu pada Hae-Seol,
          seperti kotak yang kemarin namun berbeda warna. Kali ini war-
          na putih dan ada pita coklat di luar kotak persegi panjang itu.
          Lagi-lagi Hae-Seol tak diminta tanda tangan bukti terima.
                 “Mm, ini dari siapa?” tanyanya.  Sangat disayangkan
          ternyata karyawan tadi juga tak mengenal orang yang menitip-
          kan kiriman itu. Hae-Seol membuka dan lagi itu adalah box flow-
          er, dua tangkai sunflower persis seperti bunga yang ia terima ke-
          marin.
                 “Maksudnya apa ya?” Hae-Seol bergumam dengan
          penuh tanda tanya. Di sisi lain ia juga senang sebab ulmumnya
          perempuan memang sangat menyukai bunga, termasuk dirin-
          ya. “Kalau si pengirimnya lelaki, pasti tipe yang romantis. Kalau
          perempuan… ah, masa iya Bunda atau So-Ra?” ia tertawa ke-
          cil sebab perempuan yang dekat dengan Hae-Seol selama ia di
          Seoul adalah So-Ra dan Bunda. Bahkan keduanya mungkin leb-
          ih suka diberi bunga daripada melakukan hal misterius seperti
          yang dialami Hae-Seol.


                                     ***
          3 Partikel dalam bahasa Korea untuk menyatakan rasa hormat
                                      143
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154