Page 154 - Sun Flower Full Naskah
P. 154

itu tak mengatakan apa-apa dan hanya meletakkan sesuatu di
          bangku tempat duduk Hae-Seol.
                 “Box flower lagi? Ajussi , ini dari siapa?”
                                     4
                 Lelaki yang sudah beranjak meninggalkannya itu me-
          noleh dan mengangkat bahu pertanda ia juga tak tahu. “Wah,
          apa aku sedang dipermainkan?” kata Hae-Seol kemudian mem-
          buka kotak di dekatnya. Masih bunga yang sama dengan warna
          kotak yang berbeda, dan ada selembar kertas di dalamnya.
                                      -
            Terima kasih sudah menungguku dan maaf sudah membiarkan waktumu
           terbuang percuma. Untuk menghargai waktumu yang terbuang itu, aku akan
                   mengirimkan bunga lagi hingga aku bisa menemuimu.
                                      -
                 “Wah, berarti  aku tak  perlu terkejut  kalau besok aku
          masih menerima banyak box flower,” Hae-Seol melangkah pergi
          setelah membaca pesan di selembar kertas itu.
                 Jauh berseberangan dari Hae-Seol, seseorang juga me-
          langkah pergi menuju mobilnya. Ia memakai topi, mengenakan
          mantel tebal dan memakai kacamata hitam. Sosok yang jika dili-
          hat Hae-Seol maka gadis itu akan langsung dapat mengenalinya.


























          4 Paman/lelaki paruh baya
                                     148
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159