Page 159 - Sun Flower Full Naskah
P. 159
sakannya pada gadis misterius yang bisa dengan mudah menar-
ik perhatiannya.
“Hyung, kau di mana?”
Kang Ji-Woo menelepon Park Kyung-Shin tetapi lelaki
itu akan bersiap-siap pergi untuk melatih anak-anak. “Kau ke
sini saja,” kata Kyung-Shin lalu mengatakan tempat mereka
akan latihan. “Okay Hyung, aku akan ke sana, ini benar-benar
penting,” namun seingat Park Kyung-Shin tidak pernah ada hal
penting bahkan ketika Kang Ji-Woo berkata seperti itu. Sebab
Kyung-Shin pernah terkecoh dengan kata-kata Kang Ji-Woo
yang meminta bertemu dan Kyung-Shin harus membatalkan
meeting. Ternyata Kang Ji-Woo hanya ingin bertanya tentang
setelan yang harus dipakainya untuk menghadiri konferen-
si pers. Ia hampir berteriak kesal kalau saja Kang Ji-Woo tidak
segera meminta maaf.
Park Kyung-Shin pernah mengingatkan Kang Ji-Woo
bahwa kelak lelaki itu harus menggantikan Ayahnya memimpin
perusahaan, namun Kang Ji-Woo masih santai dan menurutnya
ia juga memiliki bisnis yang harus diurus. Lalu tanpa sepengeta-
huan Kyung-Shin, ia memohon pada Ayahnya agar tidak men-
jadikannya sebagai pimpinan perusahaan. Dan ia justru mere-
komendasikan Kyung-Shin.
***
Park Kyung-Shin sudah tiba di depan gedung yang akan
menjadi tempat anak-anak latihan sebentar lagi, ia masih tak ha-
bis pikir dengan orang-orang yang beberapa kali menanyakan
keberadaannya hari ini. Tadi baru saja Kang Ji-Woo menelepon-
nya, sekarang Ray juga bertanya dan ingin menemuinya. Bah-
kan Kyung-Shin belum sempat memberitahu Ray bahwa Kang
Ji-Woo juga akan datang.
“Mereka pasti akan bertengkar lagi,” gumam Park
Kyung-Shin.
Menurut Kyung-Shin, adik dan sepupunya itu memiliki
banyak kemiripan secara naluri namun mereka saling menghin-
dar. Beberapa hari yang lalu Kyung-Shin menerima telepon dari
153

