Page 164 - Sun Flower Full Naskah
P. 164
itu!” gerutu Kang Ji-Woo sambil berjalan menuju mobilnya. Saat
kesadarannya kembali, ia memikirkan penyebab yang selalu
membuatnya bertengkar dengan Ray namun tak ada hal serius.
Ia bahkan sudah beberapa kali ingin berdamai saja, tapi ketika ia
bertemu Ray, semua keadaan berubah dan pertengkaran terjadi
secara alami.
“Sekali saja dia menyebutku Hyung, mungkin aku tak akan ber-
tengkar lagi dengannya,” kata Kang Ji-Woo sambil menginjak
gas dan kembali ke tempat Park Kyung-Shin melatih anak-anak.
Lewat kaca spion Kang Ji-Woo melihat ponsel Hae-Seol terting-
gal di mobilnya. Ia tersenyum sebab ponsel itu adalah hadiah
darinya. Ia tak tahu bahwa Hae-Seol yang diceritakan Bunda
adalah sosok yang ada di mimpinya.
Tiba lagi di tempat tadi, Kang Ji-Woo tak melihat Hae-
Seol ataupun Ray. So-Ra dan Park Kyung-Shin baru saja me-
minta Ray mengantar Hae-Seol pulang.
“Hal penting apa yang ingin kau katakan tadi?” tanya
Kyung-Shin, tapi tak ada jawaban dari Kang Ji-Woo. Lelaki itu
berlari menuju mobilnya lalu menyusul Hae-Seol dan Ray. Pal-
ing tidak ia ada alasan untuk menemui Hae-Seol, ia harus mem-
berikan ponsel yang tertinggal.
***
Kang Ji-Woo merutuki dirinya yang seperti orang
bodoh, berdiri di balik sebatang pohon. Ia tidak pergi ke aparte-
men Hae-Seol sebab ia melihat mobil Ray terparkir tak jauh dari
taman. Kang Ji-Woo benar, Ray dan Hae-Seol ada disana.
Sepertinya Ray tengah membicarakan lelucon hingga
Hae-Seol tertawa dan Kang Ji-Woo dapat melihat bahwa yang
terpancar dari wajah cantik itu adalah kebahagiaan. Manis sekali
senyum Hae-Seol, tidak seperti saat Kang Ji-Woo mengenangn-
ya dalam mimpi.
“Hh… mungkin lain kali aku akan menemuimu.”
Kang Ji-Woo tidak bisa berlama-lama, orang yang ada
di taman mengenalinya dan ia juga sedang tak berselera disaki-
ti. Iya! Melihat Hae-Seol bersama Ray cukup membuat hatinya
158

