Page 167 - Sun Flower Full Naskah
P. 167
Lima Belas
iba di apartemennya, Hae-Seol berniat mengirim
pesan pada So-Ra, sebab ia menyesal karena tak
Tbisa melatih anak-anak dan harus pulang lebih
cepat. Ia juga mengkhawatirkan kondisi Ha-Na namun So-Ra
mengatakan bahwa gadis kecil itu baik-baik saja. Kelak di lain
kesempatan, Hae-Seol ingin menemui Ha-Na lagi. Namun say-
ang, ternyata ia tak menemukan ponselnya.
Dalam benaknya, Hae-Seol masih ingin tahu hal apa
yang ingin ditanyakan Ray tadi, “Hae-Seol, aku ingin menanya-
kan sesuatu,” kata Ray, tapi setelah ia mengatakan itu yang ada
hanya keheningan diantara mereka. Hae-Seol masih menunggu
Ray bertanya, tapi kemudian Ray berkata, “Ah, lain kali saja aku
menanyakan itu.”
Belum habis rasa penasarannya pada hal yang ingin dit-
anyakan Ray, sekarang Hae-Seol melihat sesuatu di depan pintu
apartemen. Ia yakin itu adalah ulah si pengirim bunga, tentu
sebab di depan pintu ada box flower lagi dan oh ya ampun! Ada
lima buah balon. Tertera pesan juga di selembar kertas kecil.
Jaga kesehatanmu dan tetap tersenyum.
“Wah, dia seolah tahu aku sedang dalam keadaan tak
baik,” kata Hae Hae-Seol sambil membawa masuk balon-balon
dan bunga itu. Kelak ia akan berterimakasih pada orang miste-
rius yang mengiriminya bunga, “Ini sangat menghiburku,” gu-
mam Hae-Seol.
***
161

