Page 168 - Sun Flower Full Naskah
P. 168
“Hae-Seol, kau baik-baik saja?” So-Ra langsung
menyerang Hae-Seol dengan pertanyaan saat melihat sahabatn-
ya itu tiba di kantor. Wajah Hae-Seol cerah seperti biasa, ia men-
genakan jilbab putih, baju wol yang juga berwarna putih dan rok
panjang krem yang sewarna dengan tasnya. Ia juga mengenakan
winter coat, syal dan boots.
“Biar aku tebak, ini lebih dari baik-baik saja,” kata So-Ra
lalu Hae-Seol pun tersenyum.
“Hae-Seol, aku pernah cerita kan? Tentang kedua
orangtuaku yang tewas dalam kecelakaan dan bertabrakan den-
gan mobil Kang Ji-Woo?” tanya So-Ra sesaat setelah melihat
Hae-Seol meletakkan tas di meja kerja.
“Mm! kau pernah menceritakannya padaku,” Hae-Seol
kemudian tampak serius melihat ke arah So-Ra. Seperti ada hal
yang ingin diceritakan So-Ra padanya.
“Sekarang aku baru tahu, ternyata kedua orangtuaku
kecelakaan karena mereka menghindari seorang anak yang
menyebrang tiba-tiba, dan anak itu adalah Kim Ha-Na.”
Hae-Seol terdiam, ia tengah mencerna kata-kata So-Ra,
ada setitik kemarahan dalam sorot mata So-Ra. Namun ia tak
menyalahkan siapapun termasuk Kim Ha-Na. Barangkali rasa
sakit masih mengendap jauh di sudut hatinya. Memang ma-
sih terkenang oleh So-Ra saat ia kehilangan kedua orangtuan-
ya secara bersamaan. Bahkan dengan cara apapun, ia tak akan
melupakan rasa sakit itu.
Ada embun di sepasang mata indah milik So-Ra, dan
Hae-Seol tak dapat berkata banyak. Ia hanya mengelus pundak
So-Ra. Memang membutuhkan kekuatan yang luar biasa untuk
menghadapi kehilangan, dan Hae-Seol belum tentu sekuat So-
Ra jika ia merasakan itu.
“Wah, sakit sekali rasanya. Ayahku tak bisa berjabat
tangan dengan calon pendampingku kelak,” So-Ra mengibas-
kan tangannya di dekat mata, menahan agar tak ada setetes air-
mata pun yang jatuh.
“Aku pastikan Kyung-Shin Oppa nanti akan menjagamu
dengan baik.”
“Hah? Maksudmu? Aku tidak merasa menyebutkan
162

