Page 163 - Sun Flower Full Naskah
P. 163

menanyakan itu pun masih saja serentak dikatakan oleh Kang
          Ji-Woo dan Ray. Hae-Seol membuka matanya pelan-pelan dan
          tersadar sekarang ia berada di rumah sakit. Ia hanya pingsan
          dan tak ada cedera serius.
                 “Ha-Na…” kata Hae-Seol pelan, tapi kemudian ia diber-
          itahu oleh Kang Ji-Woo dan Ray bahwa gadis kecil itu baik-baik
          saja. Hae-Seol bangun, ia duduk dan benar-benar baru tersadar
          dua orang di dekatnya adalah Kang Ji-Woo dan Ray.
                 “Syukurlah ini memang bukan mimpi…” lirih Hae-Seol
          dan tak terdengar oleh kedua lelaki di dekatnya.
                 “Hae-Seol, ayo aku antar pulang.”
                 “Kau mau kemana? Pulang atau ke tempat tadi?”
                 Ray dan Kang Ji-Woo memang kompak, mereka bahkan
          masih berbicara serentak. Hae-Seol memegangi kepalanya bu-
          kan sakit karena tadi ia pingsan, tapi ia merasa hal seperti ini
          pernah terjadi. Iya, dulu, di mimpinya. Dan Hae-Seol takut akan
          berakhir seperti di mimpinya. Ia berjalan sendiri meninggalkan
          Kang Ji-Woo dan Ray yang saling menyalahkan.
                 “Apa kau juga termasuk  fansku? Berbicara saja  harus
          serentak denganku.
                 “Tch! Hanya orang-orangan sawah yang mau jadi fans-
          mu.”
                 “Hey! Hey! Aku merekam kata-katamu dan akan kuber-
          ikan rekamannya pada fansclub-ku.”
                 “Hae-Seol?” Ray baru menyadari Hae-Seol tak ada lagi
          di dekatnya, ia pun berlari keluar dari rumah sakit dan melihat
          Hae-Seol baru saja masuk ke dalam sebuah taksi.
                 “Ah! Ini semua salahmu, Kang Ji-Woo!”
                 “Loh,  Hae-Seol?”  sepasang  mata  Kang Ji-Woo  mengi-
          kuti taksi yang membawa Hae-Seol. Di sebelahnya Ray tengah
          marah-marah dan menyalahkannya.
                 “Kau juga salah!”  kata Kang Ji-Woo. Namun Ray tak
          lagi menjawab sebab ia sudah naik taksi, ia tak akan pernah mau
          berada satu mobil berdua bersama Kang Ji-Woo. Tadi ia lakukan
          karena keadaan yang mendesak dan tadi mereka bertiga, tidak
          berdua.
                 “Ah, kenapa aku harus bertengkar  lagi dengan anak

                                      157
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168