Page 160 - Sun Flower Full Naskah
P. 160
adiknya dan meminta ia memanggil dengan sebutan Ray saja.
Park Kyung-Shin bahkan tak diberitahu alasan dibalik panggi-
lan itu, sama seperti ketika Kang Ji-Woo yang keukeuh menyebut-
nya dengan panggilan Hyung. Bahkan sekarang mereka berdua
sama-sama akan menemui Park Kyung-Shin.
“Oppa…” di seberang jalan ia melihat Hae-Seol melam-
baikan tangan dan memanggilnya, So-Ra juga datang bersama
Hae-Seol. Tapi seperti biasa, Lee So-Ra tak terlalu banyak bicara
bahkan jarang memulai percakapan lebih dulu.
“Anak-anak sudah datang?” tanya Hae-Seol saat berada
tak jauh dari Kyung-Shin.
“Belum, sebentar lagi mereka akan tiba,” setelah Park
Kyung-Shin mengatakan itu, anak-anak memang datang tetapi
bukan mereka yang akan latihan, justru anak-anak yang akan
membuat Park Kyung-Shin menjadi pahlawan karena melerai
mereka yang bertengkar.
Datang dari arah yang berlawanan, Kang Ji-Woo dan
Ray menghampiri Park Kyung-Shin. Tatapan mereka bertemu
dan pertengkaran pun sudah dimulai dari tatapan itu.
“Hyung…” kata mereka bersamaan. Selanjutnya tatapan
yang seolah memancarkan bola api pun bertemu. “Aku ingin
bicara padamu, ini penting,” lagi-lagi mereka bicara serentak.
Park Kyung-Shin memang benar jika mengatakan Kang Ji-Woo
dan Ray memiliki banyak kesamaan. Bahkan dua lelaki itu be-
lum menyadari ada Hae-Seol dan So-Ra di dekat mereka. Tentu
perasaan berapi-api membuat orang lain seperti tak terlihat, ha-
nya ada mereka berdua yang seolah sudah siap bertarung. Tapi,
biasanya keadaan seperti itu berlaku pada orang yang lagi jatuh
cinta hingga menganggap dunia milik berdua.
“Kang Ji-Woo, aku datang lebih dulu.”
“Aish, kau benar-benar tak menghormatiku. Lihat ini,
aku selangkah di depanmu,”
“Tapi dia kakakku.”
“Dia juga kakakku.”
“Tidak bisa! Aku lebih dulu, Kang Ji-Woo babo.”
“Jinjja! Kau bilang apa?”
Mereka masih bertengkar tanpa menyadari baik itu Park
154

