Page 161 - Sun Flower Full Naskah
P. 161

Kyung-Shin, Hae-Seol atau pun So-Ra sudah tak di dekat mere-
          ka lagi. Bertiga mereka menjemput anak-anak yang baru turun
          dari mobil.
                 “Kita bisa mulai latihannya,  Oppa?” tanya Hae-Seol
          yang sesekali masih melihat Kang Ji-Woo dan Ray bertengkar.
          Ia tak lagi terkejut dengan pemandangan seperti itu. Ia harus
          membiasakan diri dan harus bisa mengendalikan perasaannya.
                 “Belum, masih ada yang belum datang,” kata Kyung-
          Shin  kemudian  menunjuk  mobil  yang berhenti tak jauh  dari
          mereka. Seorang gadis kecil yang diantar secara pribadi, tak be-
          rangkat bersama teman-temannya. Hae-Seol tahu pastilah gadis
          kecil itu dari keluarga kaya, namun sepertinya bukan sang Ayah
          ataupun Ibu yang mengantar, terlihat hanya sopir sebab ia tam-
          pak begitu hormat hanya pada seorang gadis kecil.
                 Pandangan Hae-Seol menatap gadis kecil tadi lekat-
          lekat, ia bahkan tidak menoleh lagi ke arah Kang Ji-Woo dan
          Ray. “Kim Ha-Na…” Hae-Seol memanggil gadis kecil itu. Dada-
          nya bergemuruh melihat sosok  yang juga ada di mimpinya.
          Bahkan Hae-Seol masih mengingat ketika di mimpi Kim Ha-Na
          meminta berfoto selfie dengannya.
                 “Kau mengenalnya?” tanya So-Ra pada Hae-Seol. Tapi
          tak ada jawaban, Hae-Seol memang melewatkan tentang gadis
          kecil itu hingga tak menceritakannya pada So-Ra dan Kyung-
          Shin. Namun sekarang ia ingat. Hae-Seol menghampiri Kim Ha-
          Na yang tersenyum melihatnya. Bahkan senyum gadis kecil itu
          pun sama persis.
                 “Eonni, aku pernah melihatmu di TV,” kata Kim Ha-Na.
          Tentu bukan saat Hae-Seol dan Ray membawakan acara tangga
          lagu, tapi ketika ia mengadakan fashion show dan ia diwawanca-
          rai beberapa wartawan. Gadis kecil itu tak heran Hae-Seol telah
          mengetahui namanya, sebab seluruh pelatih biasanya mengenali
          anak-anak, tetapi Hae-Seol baru hari ini melatih mereka dan be-
          lum ada nama anak-anak yang ia ketahui.
                 “Nanti aku juga ingin menjadi seperti Hae-Seol eonni,”
          kata-kata Kim Ha-Na membuat Hae-Seol ingin memeluk gadis
          kecil itu. Dan sudah dilakukannya sekarang.
                 “Kelak kau bahkan bisa lebih hebat dariku,” ucap Hae-

                                      155
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166