Page 162 - Sun Flower Full Naskah
P. 162
Seol lalu melepas pelukannya. Kim Ha-Na pun kegirangan dan
berlari-lari karena ia lagi bahagia. Ah, enak sekali masih menja-
di gadis kecil, saat bahagia bisa melonjak-lonjak senang bahkan
berlari sambil tertawa.
Hae-Seol tertawa lepas melihat Kim Ha-Na yang begitu
kegirangan. Setidaknya ada hal yang benar-benar sama antara
mimpi dan kenyataan yaitu Kim Ha-Na yang menjadi pengge-
mar Hae-Seol. Meski Hae-Seol tahu bukanlah penggemar seperti
Kim Ha-Na yang selalu mengirim bunga untuknya.
“Ha-Na, sudah… ayo ke sini…” Hae-Seol memanggil
Kim Ha-Na, kelak ia harus bertanya pada Ha-Na tentang Ayah
dan Ibunya. Namun, gadis itu sekarang masih saja berlarian dan
Hae-Seol melihat ada sebuah mobil yang melaju ketika Ha-Na
akan menyebrang.
“Ha-Na… awas!!!”
Mendengar teriakan Hae-Seol, Kang Ji-Woo dan Ray se-
ketika berhenti bertengkar dan berlari ke arah suara yang mere-
ka dengar. Tapi mereka terlambat untuk melakukan aksi heroik
sebab yang mereka lihat sekarang adalah Hae-Seol, oh astaga!
Gadis itu pingsan, tergeletak memeluk Ha-Na.
“Gadis kecil itu lagi…” gumam Kang Ji-Woo dan
langsung membawa Hae-Seol ke mobil. Mereka menuju rumah
sakit terdekat sebab Hae-Seol masih pingsan, Ray juga berada di
mobil yang sama dengan Kang Ji-Woo, ia memangku Hae-Seol
dan Kang Ji-Woo mengemudi. So-Ra terlihat cemas namun ia
dan Park Kyung-Shin tidak bisa meninggalkan anak-anak yang
sudah datang.
Kim Ha-Na tak terluka karena tadi Hae-Seol melind-
unginya, ia tengah berada dalam dekapan So-Ra. Entah apakah
So-Ra masih akan mendekap gadis kecil itu saat tahu Kim Ha-
Na lah yang menyebrang tiba-tiba dan membuat mobil Kang
Ji-Woo bertabrakan dengan mobil kedua orangtuanya. Namun,
semua itu musibah. So-Ra tak akan menyalahkan siapapun.
***
“Hae-Seol… Hae-Seol… kau sudah sadar?” bahkan
156

