Page 169 - Sun Flower Full Naskah
P. 169

nama Kyung-Shin Oppa tadi.”
                 Lee So-Ra tersenyum, memang itu tujuan Hae-Seol. Ia
          harus menjadikan nama Park Kyung-Shin sebagai tumbal agar
          So-Ra kembali tersenyum. Tak baik lama-lama bersedih, mun-
          gkin kehilangan yang dialami So-Ra memang berbeda dengan
          kehilangan yang dirasakan Hae-Seol saat terbangun dari koma,
          meski begitu tetap saja rasa sakitnya luar biasa.
                 Hae-Seol akan menggenggam tangan So-Ra dengan erat
          agar mereka sama-sama kuat menghadapi kenyataan. Jika harus
          bertarung, maka mereka akan bertarung dengan kerasnya ke-
          hidupan. Salah satu tugas seorang sahabat adalah menjadi sum-
          ber kekuatan. Karena itu jika ada celah yang berpotensi sebagai
          luka, maka Hae-Seol akan menghibur So-Ra.
                 “Ah iya! Aku belum bilang, aku tahu semua cerita ten-
          tang kecelakaan itu dari Kang Ji-Woo Oppa,” Hae-Seol mengerut-
          kan kening dan menggigit bibirnya saat So-Ra mengatakan itu.
                 “Berarti tadi kau bertemu dengannya?” di hadapan
          Hae-Seol, So-Ra mengangguk. “Iya. Dia juga menitipkan pon-
          selmu yang kemarin tertinggal di mobilnya. Ini!”
                 So-Ra memberikan ponsel Hae-Seol, mungkin lain kali
          ia akan datang lebih pagi. Tiga puluh menit sebelum jam kerja
          misalnya, itu yang selalu dilakukan So-Ra. Sedangkan Hae-Seol
          karena ia menunggu bus, saat tiba di kantor ia tepat waktu.
                 “Ponsel ini jangan dulu di lap. Kan sayang ada sidik jari
          superstarnya. Haha…”
                 “Kya! So-Ra…” Hae-Seol yang terlihat  sedikit kesal
          sebenarnya  sangat  ingin  tertawa  juga. Tapi jika ia melakukan
          itu berarti ia tengah menertawakan diri sendiri. Ia memandan-
          gi ponselnya, ah! Sekarang kata-kata  So-Ra sudah meracuni
          pikiran. Ia pun mengelap ponselnya dengan sarung tangan yang
          baru saja dilepas Hae-Seol.
                 “Hey, kubilang jangan di lap. Haha…” So-Ra selalu bisa
          menyeimbangi skor Hae-Seol. Jika gadis itu menjadikan nama
          Park Kyung-Shin sebagai tumbal, maka So-Ra akan menjadikan
          nama Kang Ji-Woo sebagai gantinya. Mungkin sesekali So-Ra
          juga harus menyebut nama Ray, entah bagaimana reaksi Hae-
          Seol.

                                      163
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174