Page 170 - Sun Flower Full Naskah
P. 170

***


                 Hae-Seol baru selesai membalas  chat dari Rian saat ia
          mendapatkan kiriman bunga lagi. Dan seperti kemarin, hari ini
          ia juga melihat pesan bersamaan box flower itu.

          Sudah tersenyum hari ini? Jika belum, pantas saja hari ini hujan. Tersenyumlah,
                            agar matahari bersinar lagi.

                 “Wah, orang ini pasti penulis. Secara kata-katanya pui-
          tis,” Hae-Seol tertawa, ia tengah menikmati segelas teh hangat
          di restoran So-Ra. Box flower itu mengikutinya kemana-kemana.
          Di taman, tempat kerja, apartemen, dan sekarang di restoran
          So-Ra. Hae-Seol tidak meragukan jika seseorang itu pasti selalu
          memperhatikannya, ia hanya berharap si pengirim bunga tidak
          tahu tentang identitas asli Hae-Seol. Sebab baru-baru ini Bunda
          mengingatkannya lagi.
                 Menatap dua tangkai bunga matahari, ah! Hari ini me-
          mang hujan. Sebentar lagi juga akan reda sebab tadi Hae-Seol
          bahkan sudah tertawa. Ia masih menunggu So-Ra, berencana in-
          gin meminta So-Ra menemaninya untuk bertemu dengan Kim
          Ha-Na. Tapi anak-anak tidak latihan hari ini.
                 “Annyeong Hae-Seol…” baru saja ia memikirkan So-Ra
          dan gadis  itu pun datang menghampirinya. “Wah, kau dapat
          kiriman bunga lagi?” tanya So-Ra dan dibalas anggukan oleh
          Hae-Seol. “Ah, tapi ada yang lebih penting dari itu. Pasti kau
          belum update kan? Ini! Kang Ji-Woo Oppa mengeluarkan lagu
          terbarunya.”
                 Ada rintikan  hujan yang singgah di bahu So-Ra, tadi
          gadis itu pergi ke super market dan sekarang ia dengan seman-
          gat yang bertolak belakang dengan cuaca  mengabarkan pada
          Hae-Seol bahwa Kang Ji-Woo mengeluarkan lagu terbaru. Lagu
          itu ditulis sendiri oleh Kang Ji-Woo. Hae-Seol memang tak lagi
          sering stalking kabar terbaru Kang Ji-Woo sejak ia sadar tengah
          menghadapi kenyataan, namun kali ini ia ingin mendengar lagu
          itu.

                                     164
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175