Page 175 - Sun Flower Full Naskah
P. 175
“Kau! Berhentilah memanggilku begitu, panggil aku
Hyung!”
“Tidak! Tidak akan pernah.”
“Kau akan kulaporkan pada Kyung-Shin Hyung!”
“Terserah!”
“Kau mau kubunuh?!”
“Coba saja kalau berani!”
Hae-Seol terabaikan, dua orang lelaki di dekatnya ten-
gah menikmati dunia mereka. Bahkan keluar kata-kata ingin
saling membunuh. Sekarang mereka sudah jauh dari lokasi keja-
dian tadi. Hae-Seol tengah berdiri dan bersandar di mobil, per-
tanyaan yang menggantung di pikirannya harus tertahan sebab
sudah lewat sepuluh menit tapi Kang Ji-Woo dan Ray masih be-
radu mulut.
Ia mengirim pesan pada Park Kyung-Shin dan meminta
lelaki itu datang sesegera mungkin. Ia juga meminta Kyung-Shin
mengajak So-Ra sebab Hae-Seol benar-benar membutuhkan So-
Ra untuk bercerita dan menampung pertanyaannya.
“Kalian tidak ingin berhenti sebentar? Tidak lelah?” tan-
ya Hae-Seol, namun suaranya jelas kalah oleh suara dua orang
lelaki yang sedang berdebat. Sepertinya kelak Hae-Seol harus
bercerita pada Rian bahwa ada dua orang yang ketika berdebat
bisa mengalahkan mereka, karena seingat Hae-Seol, ia dan Rian
saat berdebat masih sadar akan lingkungan.
“Kau masih kecil, tidak boleh memakai senjata.”
“Kalau aku tidak memakai senjata tadi, kita semua ter-
tembak.”
“Sekarang kau berani melanggar aturan pemerintah?”
“Pemerintah juga akan melakukan hal yang sama kalau
berada di posisi tadi.”
Setelah berkeinginan saling membunuh, sekarang mere-
ka berdua melibatkan pemerintahan Korea Selatan. Sengit sekali
perdebatan itu, pikir Hae-Seol. Gadis itu tersenyum sendiri, lalu
di ujung jalan ia melihat Park Kyung-Shin dan So-Ra tiba.
“Sudah! Hentikan!” Park Kyung-Shin menepuk kepala
Kang Ji-Woo dan Ray, sontak mereka kaget. “Kya! Hyung!” la-
gi-lagi mereka mengatakan hal yang sama. “Kenapa Hyung ada
169

