Page 178 - Sun Flower Full Naskah
P. 178
Enam Belas
Menurutmu, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Aku juga tidak tahu, kukira Ayah Kyung-Shin
“Oppa adalah masalah terakhir.”
“So-Ra… ini sepertinya baru dimulai.”
Hae-Seol mencurahkan segala tanda tanya pada So-Ra,
mereka menerka-nerka mungkin saja penyerangan kemarin ada
sangkut pautnya dengan Ayah Park Kyung-Shin, tapi Ray te-
gas sudah membantah hal itu. “Mm, kenapa kau tak ikut saja
sama penjahat itu? Mungkin kau akan dibawa ke tempat bos
besar mereka,” So-Ra tersenyum lebar sambil mengatakan itu,
Hae-Seol juga. Bagaimana bisa Hae-Seol tak tersenyum sebab
kemarin ia tahu dari Ray bahwa orang-orang itu hanya ditugas-
kan untuk melenyapkannya.
“Mereka itu mengincar nyawaku,” kata Hae-Seol, son-
tak So-Ra pun kaget.
Bunda tak menceritakan apa-apa, namun jika Hae-Seol
membutuhkan pengamanan, Bunda akan mengirim beberapa
orang dari keamanan pribadinya. Jelas Hae-Seol menolak, ia tak
perlu bodyguard, yang ada ia hanya tak nyaman nantinya.
“Selamat menerka-nerka dan jaga dirimu! Lain kali kau
tidak boleh pergi sendirian,” So-Ra berpamitan sebab ia masih
harus mengurus beberapa hal di restoran. Ia keluar dari aparte-
men Hae-Seol, “Wah, kau dapat kiriman bunga lagi,” kata So-Ra
yang melihat box flower di depan pintu.
Hae-Seol tersenyum dan melambaikan tangan ketika
dari mobil So-Ra menoleh lagi, ia tak akan pusing dengan pen-
girim bunga yang tak kunjung menampakkan diri. Hae-Seol me-
lihat ada pesan lagi, “Apa kabar? Sudah makan pagi ini? Kau
harus menjaga kesehatanmu.”
“Wah, orang ini bahkan tahu aku memang belum sara-
172

