Page 183 - Sun Flower Full Naskah
P. 183

“Mau kemana?” tanya Ray tanpa menggubris candaan
          Hae-Seol. Bukan ia tak melihat tadi Hae-Seol terlihat kesal dan
          menendangi salju di jalanan. Tetapi sekarang gadis itu bercan-
          da, ekspresi yang bisa dengan mudah berubah dalam hitungan
          detik. “Katakan saja jika ada orang yang menyakiti atau mem-
          buatmu sedih, aku akan memarahinya,”
                 “Mm, tidak tahu. Weekend biasanya latihan, tapi hari ini
          diliburkan,”
                 “Latihan apa?”
                 “Taekwondo,”
                 “Oh, kau  jago  beladiri rupanya,” itu hanya basa-basi
          yang dikatakan Ray, ia sebenarnya sudah tahu tak hanya beladi-
          ri bahkan Hae-Seol juga terlatih menembak dan Ray juga tahu
          bahwa gadis di dekatnya ini adalah Hazelia. Ray tahu, ia tahu
          semuanya. Semua yang  bahkan  tak  diketahui  oleh Hae-Seol
          ataupun orang lain.
                 “Ya sudah, ayo ikut aku,” kata Ray lagi.
                 “Kemana?”
                 “Kalau mau ikut ayo, kalau tidak, aku akan pergi sendi-
          ri,” Ray memang to the point. Tapi Hae-Seol masih mematung di
          tempatnya. Sementara Ray sudah masuk ke dalam mobil.
                 “Jadi, tidak mau ikut?” tanya Ray, lelaki itu keluar lagi
          dari mobil. Dilihatnya  Hae-Seol menunjuk pintu  mobil, “To-
          long bukakan pintu mobilnya,” itu maksud Hae-Seol. Ray pun
          mengembuskan napas lalu menggeleng-geleng, tapi ia mengiku-
          ti keinginan Hae-Seol.
                 “Oh ya, kau ingin menanyakan apa saat di taman waktu
          itu?”
                 “Kenapa kau memanggilku Ray?”
                 Lelaki itu langsung bertanya, nada bicaranya cepat tan-
          pa berpikir lagi, ah tidak! Ia sudah memikirkan itu jauh-jauh hari
          bahkan ia senang sampai meminta Park Kyung-Shin juga me-
          manggilnya Ray.
                 Selama ini tak ada gadis yang seberani Hae-Seol apalagi
          menyematkan nama panggilan. Saat kuliah, Ray memang ser-
          ing mendapati banyak surat di lokernya. Saat hari ulang tahun
          ia tak mau membuka loker sebab pastilah lokernya penuh den-

                                      177
   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188