Page 185 - Sun Flower Full Naskah
P. 185
dari zaman pra-sejarah sampai zaman pendudukan Jepang. Ben-
da-benda tersebut didominasi oleh benda yang dipergunakan
orang Korea sehari-hari. Ada relik-relik sejarah, replika, lukisan,
dan berbagai macam kehidupan tradisional termasuk perayaan
dan festival rakyat.
“Setiap hari Sabtu dan Minggu ada konser di sini, nah
itu!” Ray menunjuk ke arah pertunjukan yang sedang ber-
langsung, diadakan di luar ruangan dan itu adalah pertunjukan
beladiri tradisional. Hae-Seol tertegun, ia menikmati pertunju-
kan yang mengalihkan perhatiannya dari Ray. Ia bisa mengulur
waktu untuk mempertimbangkan apakah ia akan menceritakan
tentang mimpinya atau ia katakan saja alasan lain.
Di sampingnya, Ray masih menceritakan tentang seja-
rah Korea. Sekarang ia tahu bahwa lelaki satu ini benar-benar
menyukai sejarah. Hae-Seol juga antusias mendengarkan, lalu
ia memberanikan diri untuk menanyakan hal lain, “Ray, kena-
pa kau selalu bertengkar dengan Ji-Woo Oppa?” ketika Hae-Seol
menanyakan itu, Ray hanya terdiam.
Lelaki itu tengah berpikir untuk bercerita atau tidak.
Akhirnya ia memutuskan memberitahu Hae-Seol dengan syarat
Hae-Seol tak boleh mengatakan pada siapapun, jika melang-
gar itu maka Hae-Seol harus menuruti satu permintaan Ray.
Sepanjang cerita, Hae-Seol berusaha keras menahan tawa. Ray
benar-benar luar biasa, cerita selucu itu tak membuatnya terta-
wa bahkan tersenyum pun tidak. “Oh, Kyung-Shin Oppa jadi
rebutan rupanya,” kata Hae-Seol sambil tertawa.
***
“Terima kasih Ray, hari ini benar-benar menyenang-
kan.”
“Ddo mannayo , Hazelia…”
2
Hae-Seol melambaikan tangan dan melihat Ray mem-
belokkan mobil, ah tunggu! Sekarang ia baru sadar tadi Ray
menyebutnya Hazelia, bukan Hae-Seol. Meski kedua namanya
terdengar mirip tapi tetap memiliki perbedaan pada penekanan
2 sampai jumpa lagi
179

