Page 189 - Sun Flower Full Naskah
P. 189
Tujuh Belas
ee So-Ra baru saja memberi pengarahan pada chef
di restorannya, ia ingat kemarin Hae-Seol sempat
Lmenyarankan untuk memasukkan menu baru.
Dan sekarang sudah ia lakukan. So-Ra juga sempat belajar me-
masak makanan Indonesia dari Hae-Seol, selain sate, gadis itu
juga menyukai puntelan daging ayam atau daging sapi yang
disajikan dengan kuah kaldu bersama mie dan bumbu-bumbu.
Ia juga sudah mempelajari cara memasaknya dari Hae-Seol.
Saat keluar dari dapur, mata So-Ra tertuju pada seseo-
rang yang duduk di restorannya, orang itu selalu duduk di se-
belah sana. Di sudut yang mengarah ke jalan. “Oppa…” So-Ra
menyapa lelaki itu.
Park Kyung-Shin memang sering makan di restoran mi-
lik So-Ra, bahkan sebelum Lee So-Ra mengenalnya dulu. Ketika
ia pulang-pergi dari Seoul ke Busan atau sebaliknya, Kyung-
Shin selalu mampir ke tempat ini. Dulu sekali sebelum ia memu-
tuskan bergabung dan menjadi ketua komunitas Taekwondo, ia
pernah melihat So-Ra tengah sibuk dari dapur dan keluar lalu
ke dapur lagi. Memang, So-Ra sangat mementingkan pendapat
pelanggan mengenai rasa makanan yang disajikan, karena itu ia
terlihat sibuk berbicara pada pelanggan dan mengatakan usulan
mereka pada chef di dapur.
“Lagi sibuk?” tanya Park Kyung-Shin.
“Sekarang tidak lagi,” kata So-Ra lalu menelisik mak-
sud Kyung-Shin dan benar saja, Park Kyung-Shin menceritakan
pesan yang diterimanya dari Ray kemarin. Kyung-Shin percaya
pada So-Ra, karena itu ia tak ragu menceritakan banyak hal.
Sepertinya ada hal besar yang belum diketahui Park Kyung-
Shin, dan itu sangat mengganggunya.
“Oppa sudah bertanya pada Ray?”
183

