Page 193 - Sun Flower Full Naskah
P. 193

“Hm, jangan bicara seperti itu. Kau hanya mengingat-
          kanku pada Ray. Panggil aku Oppa. Ponselmu? Itu kan hadiah
          dariku.”
                 “Jadi, karena itu hadiah darimu, kau bisa melakukan
          apapun sesukamu?”
                 “Hm, panggil aku Oppa. Harusnya kan kau berterimak-
          asih padaku.”
                 Suasana hati Hae-Seol campur aduk sejak ia melihat Kim
          Tae-Yoon tadi, ia bahkan belum tersenyum ketika bertemu Kang
          Ji-Woo. Dan ia justru memprotes Kang Ji-Woo yang mendaft-
          arkan kontaknya sendiri di ponsel Hae-Seol, oh bagaimana ini?
          Bukankah dulu Hae-Seol sangat ingin berterimakasih pada anak
          Bunda yang memberinya hadiah?
                 “Kamsahamnida  Oppa…” ia akhirnya mengatakan itu
          dan tersenyum.

                                     ***

                 Kang Ji-Woo sudah berkali-kali berpikir bahwa ia ingin
          menemui Hae-Seol. Bahkan ia sudah mencoba lewat cara men-
          girimkan bunga. Namun entah kenapa sekarang ia malu untuk
          bertemu Hae-Seol sebagai pengirim bunga itu.
                 Dan sekarang ia sudah duduk bersama Hae-Seol, se-
          belum Hae-Seol datang,  tadi Kim Tae-Yoon menghampirinya.
          Barangkali perempuan itu memang mengikutinya hingga bisa
          menemukan Kang Ji-Woo. Ia bahkan sedikit geram karena ka-
          ta-kata Kim Tae-Yoon tadi yang terkesan mengancam.
                 “Oppa, kalau kau tidak ingin menikah denganku, maka
          perusahaan Ayahmu dan karirmu bisa hancur.”
                 Kang Ji-Woo sejenak mengingat Park Kyung-Shin, ia
          yang selalu  meminta  Kyung-Shin membiarkannya memanggil
          Hyung, dan sekarang ada Kim Tae-Yoon -perempuan yang lahir
          hanya berjarak beberapa minggu darinya memaksakan sebutan
          Oppa.
                 Baru kali ini Kang Ji-Woo mendengar Tae-Yoon berbic-
          ara seperti tadi, selama ini Tae-Yoon selalu bersikap manis dan
          berusaha mencari perhatiannya. Sama seperti yang ia coba laku-

                                      187
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198