Page 196 - Sun Flower Full Naskah
P. 196
kan Kang Ji-Woo. Ah, tadi So-Ra juga menyebutkan nama Ray.
Ia memang menyukai Ray, dan merindukan lelaki itu saat ia ter-
bangun dari koma, ia juga sangat menyayangi Ray dan bahagia
saat melihat Ray tertawa. Tapi, ia tidak bisa mengakui kesemua
perasaan itu dalam konteks yang lain.
“Haha… dia hanya temanku.”
“Awas loh! Teman biasa bisa jadi teman hidup nanti.”
“Haha… itu tak mungkin terjadi, So-Ra.”
“Apa dulu menurut Hae-Seol remaja mungkin bertemu
Kang Ji-Woo di usia sekarang? Tidak kan? Hati-hati loh ya.”
“Mm, hati-hati kenapa?”
“Hati-hati menjaga hati, bisa-BISA terjebak cinta segiti-
ga.”
Hae-Seol mengawali malam dengan tawa, ia di rumah
So-Ra sekarang. Biasanya So-Ra terkagum dengan Hae-Seol
yang sejak remaja menyukai Kang Ji-Woo, tetapi sekarang So-Ra
menyerangnya habis-habisan dengan melibatkan Ray. Sungguh,
segala perasaan yang ada untuk Ray hanya sebatas teman. Mun-
gkin So-Ra berkata seperti tadi karena Hae-Seol sudah cerita ten-
tang Kim Tae-Yoon. Menurut So-Ra, peluang Hae-Seol sedikit
untuk bisa bersaing dengan Kim Tae-Yoon.
“Kau sudah menghubungi Ray?”
“Dia belum membalas pesanku.”
“Coba telepon saja sekarang, Kyung-Shin Oppa mau ber-
temu dengan Ray.”
Hae-Seol sempat melirik pesan yang dikirimnya tadi
siang, namun belum juga mendapat balasan dari Ray. Mungkin
ada benarnya juga jika ia menelepon Ray sekarang, tapi ia tetap
tidak suka dengan ekspresi So-Ra saat melihatnya akan meng-
hubungi Ray, terlebih lagi So-Ra berdehem beberapa kali.
“Halo… Ray…” tak ada jawaban meskipun telepon ter-
sambung. Hae-Seol berbicara lagi tapi tetap tak ada jawaban. Sa-
mar-samar ia mendengar, “Matikan teleponnya,” Hae-Seol tahu
dan mengenal suara itu. Kenapa Ray memintanya mematikan
telepon?
“Ray… aku ingin mengatakan hal penting. Kau dima-
na?” Hae-Seol bertanya meski tak ada jawaban. “Ray, jawab aku!
190

